(31/8/2026)fu.uinsgd-
Dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun Akademik 2026/2027, para Ketua Jurusan menyampaikan visi dan arah pengembangan masing-masing program studi di hadapan 598 mahasiswa baru.Kegiatan digelar di GOR Kampus 2 pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Penyampaian visi ini menjadi penanda bahwa Fakultas Ushuluddin tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan daya saing lulusan di tingkat nasional hingga ASEAN.
AFI: Unggul di Bidang Keaqidahan dan Kefilsafatan Berbasis Qurani

Ketua Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Dr. Maman Lukmanul Hakim menegaskan target besar prodi ke depan.
“Menjadi Prodi Aqidah dan Filsafat Islam yang unggul dan kompetitif dalam bidang Keaqidahan dan Kefilsafatan yang berbasis Qurani dalam bingkai akhlak mulia di ASEAN pada tahun 2029,” ujarnya.
Visi ini menempatkan AFI sebagai jurusan yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, rasional, namun tetap berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an.
TP: Fokus pada Kesehatan Jiwa dan Empati Akademik

Ketua Jurusan Tasawuf Psikoterapi, Dr. Cucu Setiawan, M.Ag menyoroti peran unik prodi yang memadukan spiritualitas dan psikologi.
“Sebagai prodi yang mengkaji kesehatan jiwa dan kedalaman spiritual, pelayanan kita kepada mahasiswa dan masyarakat harus mencerminkan nilai-nilai kepedulian, kehangatan, dan empati. Peningkatan mutu pelayanan ini bukan sekadar urusan kelengkapan berkas administrasi, tetapi bagaimana kita menciptakan iklim akademik yang nyaman dan mendukung kesehatan mental seluruh civitas akademika,” tegasnya.
Pesan ini mendapat apresiasi karena menjawab tantangan kesehatan mental mahasiswa di era digital.
IAT: Menggali SDM Unggul Berbasis Wahyu

Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Dr. Solehuddin, M.Ag menyampaikan komitmen prodi dalam mencetak ahli tafsir yang relevan.
“Menjadi program studi yang unggul dan kompetitif dalam menggali dan mengembangkan sumber daya manusia (mahasiswa) di bidang kajian ilmu Al-Qur’an dan tafsir dalam bingkai wahyu memandu ilmu yang berakhlak Karimah,” ungkapnya.
ILHA: Pengembangan SDM Kajian Hadis Berkarakter

Ketua Jurusan Ilmu Hadis, Dr. Agus Suyadi Raharusun, Lc., M.Ag menekankan pentingnya integritas keilmuan.
“Menjadi program studi yang unggul dan kompetitif dalam pengembangan SDM bidang kajian ilmu Hadis berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak Karimah,” jelasnya.Prodi ILHA diharapkan melahirkan sarjana yang tidak hanya kuat sanad dan matannya, tetapi juga berakhlak dalam berdakwah.
SAA: Unggul dalam Dialog Lintas Agama

Ketua Jurusan Studi Agama-Agama, Dr. Ilim Abdul Halim, M.Ag menutup rangkaian sambutan dengan visi prodi.
“Menjadi program studi yang unggul dan kompetitif di bidang studi agama-agama berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak karimah,” tuturnya.
SAA didorong menjadi pusat kajian keragaman agama yang membangun toleransi dan perdamaian.
Satu Benang Merah: Akhlak Karimah
Dari kelima sambutan tersebut, terlihat satu benang merah: “wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak Karimah, Rahmatan Lil’alamin”. Filosofi ini menjadi fondasi Fakultas Ushuluddin dalam mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual,kuat secara spiritual, dan berdaya saing.Dengan dipaparkannya visi tiap prodi, mahasiswa baru diharapkan sejak awal memiliki gambaran arah keilmuan, sehingga dapat menentukan kontribusi dan peran mereka selama kuliah hingga lulus.***haryadi



