100 Mahasiswa Tasawuf Psikoterapi Ikuti Praktik Ruqyah Syar’iyyah Thibbun Nabawi

(12/10/2026)FU.UINSGD –

Sebanyak 100 mahasiswa mengikuti praktik Ruqyah Syar’iyyah dalam mata kuliah Thibbun Nabawi yang digelar Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Lantai 1 itu bertujuan memberikan pemahaman dan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai ruqyah sebagai ikhtiar spiritual dalam perspektif Islam.

Dosen pengampu Thibbun Nabawi, Dodo Widarda, S.Ag., M.Hum., menjelaskan praktik ini merupakan bagian dari pembelajaran aplikatif untuk memperkenalkan penerapan ruqyah syar’iyyah yang benar.

“Manfaat kegiatan ini sebagai bentuk terapi, baik untuk kesehatan fisik maupun psikis. Selain itu, supaya para mahasiswa bisa mempraktikkan ruqyah mandiri, yakni ruqyah untuk diri sendiri ketika terserang penyakit,” ungkap Dodo

Kegiatan yang mengangkat tema “Manifestasi Iman dan Ketenangan Jiwa: Peran Ayat-Ayat Syifa dalam Intervensi Thibbun Nabawi” ini dipandu oleh Sekretaris Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, Dr.Dian Siti Nurjanah, serta dibuka langsung oleh Ketua Program Studi, Dr.Cucu Setiawan, M.Ag.

Menurut Dodo, praktik ini menekankan keterkaitan antara keimanan, ketenangan batin, dan ikhtiar spiritual. Dalam Islam, Al-Qur’an memiliki kedudukan sebagai petunjuk sekaligus syifa atau penawar bagi orang-orang beriman.Ia menegaskan, ruqyah syar’iyyah yang dipraktikkan murni berlandaskan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, tanpa perantara jin, dan tetap menyandarkan kesembuhan hanya kepada Allah SWT.

“Ruqyah hanya lewat pembacaan ayat Al-Qur’an, tidak mempergunakan medium jin, dan menyandarkan kesembuhan pada kekuasaan Allah semata-mata,” tegasnya.

Melalui praktik ini, mahasiswa diharapkan memahami prinsip ruqyah yang sesuai syariat, sekaligus memperkaya wawasan tentang hubungan antara dimensi keagamaan, kesehatan spiritual, dan psikoterapi Islam.

Pembelajaran Thibbun Nabawi juga memberi ruang bagi mahasiswa mendalami pendekatan psikospiritual dalam menghadapi kegelisahan, tekanan batin, dan persoalan kehidupan yang memengaruhi ketenangan jiwa.

Meski demikian, Dodo mengingatkan agar pendekatan spiritual ditempatkan secara proporsional. Ruqyah dapat menjadi ikhtiar keagamaan, namun tidak menggantikan pemeriksaan medis maupun penanganan profesional jika mengalami gangguan kesehatan fisik atau psikologis.***haryadi

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top