PBAK Ushuluddin 2026: Dari Ruang Kelas ke Ruang Pembentukan Karakter

(27/8/2026) fu.uinsgd-

Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026/2027 pada Kamis, 27 Agustus 2026 di GOR samping Mesjid Kampus 2. dengan Mengusung tema “Reaktualisasi Etos Keilmuan, Rekonstruksi Kesadaran Kolektif”, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi 598 mahasiswa baru dari 5 program studi untuk memasuki dunia akademik.

Kelima prodi tersebut adalah Program studi  Tasawuf Psikoterapi (TP), Program studi Agama-agama (SAA),Program studi  Ilmu Hadis (ILHA), Program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), dan Program studi  Aqidah dan Filsafat Islam (AFI).

4 Pesan Dekan untuk Maba: Sehat, Semangat, Bahagia, Sukses

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.A. menyampaikan 4 pesan kunci kepada mahasiswa baru.”Jaga Kesehatan, tetap semangat, jangan lupa Bahagia, dan sukses,” tegasnya.

Prof. Wahyudin juga menekankan tantangan abad 21. Menurutnya, kemampuan akademik tidak cukup hanya di atas kertas. Mahasiswa Ushuluddin harus mampu berbicara di depan publik dan menulis untuk melahirkan ide-ide kreatif.

“Kedua keterampilan ini adalah jembatan agar gagasan keilmuan kalian bisa sampai dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Universitas Adalah Ruang Pembentukan Diri

Wakil Dekan I, Dr.Ecep Ismail,M.A., dalam sambutannya mengingatkan bahwa kampus memiliki fungsi lebih dari sekadar mencetak lulusan. “Universitas bukan hanya tempat mengejar ijazah. Ia adalah ruang pembentukan diri untuk belajar berpikir, berdialog, berbeda pendapat, dan menjadi manusia yang lebih dewasa,” ucapnya.

Ia menyampaikan pesan untuk mahasiswa baru:

“Anak-anakku, mahasiswa baru yang saya banggakan,Hari ini adalah awal dari sebuah perjalanan baru. Saudara sekalian tidak hanya memasuki sebuah kampus untuk memperoleh ijazah, tetapi memasuki ruang pembentukan diri.” Ujar wadek dalam pesan akademiknya.

Pesan ini menegaskan bahwa PBAK bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum membangun budaya akademik, persahabatan, dan tanggung jawab sebagai insan intelektual.

PBAK Jadi Pondasi Budaya Akademik

Sedangkan Wakil dekan II, Dr.Muhlas, M.Hum menyampaikajn bahwa PBAK fakultas ushuluddin  lebih di arahkan pada pengenalan budaya dan karakter mahasiswa Ushuluddin yg mengutamakan akhlak karimah, mencintai ilmu dan pengetahuan, kritis terhadap perkembangan arah kehidupan bangsa.”Mahasiswa Ushuluddin akan sukses bila; punya integritas, kapabilitas, relasi, dan hubungan vertikal pada Tuhan” tegasnya

Ditambahkan, melalui PBAK, Fakultas Ushuluddin ingin memperkenalkan nilai-nilai akademik, etika kampus, dan sistem perkuliahan kepada mahasiswa baru. Selain itu, keterlibatan Sema dan Dema diharapkan dapat membangun sinergi antara pimpinan fakultas dengan organisasi kemahasiswaan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Membangun Kesadaran Kolektif

Sementara Wakil dekan III, Dr.Radea Juli Ahmad Hambali mengungkapkan bahwa melalui tema “Reaktualisasi Etos Keilmuan, Rekonstruksi Kesadaran Kolektif”, Fakultas Ushuluddin ingin menanamkan semangat bahwa mahasiswa bukan hanya belajar untuk diri sendiri. Ilmu harus dikembalikan kepada masyarakat.Dengan 598 mahasiswa baru yang siap ditempa, Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, berkarakter, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Bukan hanya itu, Wadek III juga mempresentasikan profil 5 program studi di lingkungan Fakultas Ushuluddin beserta makna dan tujuan masing-masing:

1.Prodi Ilmu Hadis (ILHA) : Mengkaji sanad, matan, dan kontekstualisasi hadis untuk menjawab persoalan keumatan secara kritis.

2.Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) : Mendalami pemahaman wahyu, metode tafsir, dan relevansinya dengan realitas kekinian.

3.Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) : Membangun fondasi keimanan yang rasional dan dialogis menghadapi tantangan pemikiran modern.

4.Prodi Studi Agama-Agama (SAA) : Mengembangkan wawasan keragaman agama untuk merawat toleransi dan perdamaian.

5.Prodi Tasawuf Psikoterapi (TP) : Mengintegrasikan dimensi spiritual tasawuf dengan pendekatan psikologi untuk kesehatan mental umat.

Wadek III menegaskan, kelima prodi ini memiliki peran strategis dalam merawat nalar keagamaan yang moderat, humanis, dan berkemajuan.

Jangan Terlena, Segera Tentukan Arah dan Cita-cita

Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, Diaz Fakhreji Umam, menekankan kepada mahasiswa baru agar memiliki arah dan orientasi cita-cita yang jelas untuk masa depan.Menurutnya, memiliki tujuan merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan impian ke depan.Diaz juga menyinggung kekhawatiran sebagian mahasiswa terkait prospek lulusan.

“Tentu jurusan IAT, ILHA, AFI, TP, SAA ini kadang dianggap tidak mempunyai prospek yang jelas,” ujarnya.Untuk itu, ia mengajak seluruh mahasiswa baru agar tidak terlena dengan euforia dunia kampus.  “Jangan hanya puas kuliah. Sejak awal harus sudah memikirkan kontribusi dan peran kita setelah lulus,” tegasnya*** haryadi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top