Sidang Komprehensif Juni, Wadek I Tekankan Integritas dan Profesional Lulusan

(17/6/2026)fu.uinsgd-

3 karakter utama lulusan Ushuluddin : keteguhan epistemologis, kedalaman metodologis, kepekaan sosial-spiritual

” Alhamdulillāh, pelaksanaan Sidang Komprehensif Berbasis Kompetensi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung berlangsung baik, tertib, dan penuh suasana akademik”.

Demikian disampaikan wakil dekan I, Dr.Ecep Ismail, MA., saat menutup sidang komprehensif periode Juni 2026.

Wadek I memanjatkan syukur atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah Allah Swt sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Apresiasi tinggi disampaikan kepada tim penguji yang menjalankan tugas akademik dengan tanggung jawab, objektivitas, dan dedikasi. Para penguji tidak hanya menguji, tetapi juga mengarahkan serta memberi masukan konstruktif kepada mahasiswa.” ungkap Wadek I

Forum Uji Integrasi Ilmu, Bukan Sekadar Evaluasi

Wadek I menegaskan sidang komprehensif  bukan sekadar forum evaluasi akhir penguasaan materi. Ini bagian penting pembentukan kompetensi akademik, integritas intelektual, dan kesiapan profesional mahasiswa Ushuluddin.Melalui sidang ini, mahasiswa diuji kemampuannya mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadis, Studi Agama-Agama, Akidah dan Filsafat Islam, serta bidang keilmuan Ushuluddin lainnya.

“Fakultas Ushuluddin punya tanggung jawab melahirkan sarjana yang paham teks keagamaan secara mendalam, tapi juga responsif terhadap dinamika masyarakat kontemporer,” ujarnya.

Kompetensi lulusan Ushuluddin tidak berhenti di hafalan dan teori. Lulusan dituntut berpikir kritis, metodologis, moderat, serta mampu berkontribusi akademik bagi umat dan bangsa.

3 Karakter Utama Lulusan Ushuluddin

Kepada peserta sidang, dekanat mengingatkan hasil sidang bukan sekadar nilai. Ini refleksi perjalanan intelektual. Kritik dan masukan penguji adalah bagian pendewasaan akademik dan penguatan tradisi keilmuan.Sebagai calon sarjana Ushuluddin, mahasiswa diharapkan punya 3 karakter utama:

1.Keteguhan epistemologis

Kemampuan memahami dasar-dasar keilmuan Islam secara kokoh, namun tetap terbuka pada perkembangan ilmu pengetahuan.

2.Kedalaman metodologis

Mampu memakai pendekatan ilmiah untuk membaca, memahami, dan mengkaji persoalan keagamaan secara objektif dan bertanggung jawab.

3.Kepekaan sosial dan spiritual

Mampu menghadirkan nilai Islam sebagai rahmat bagi manusia lewat sikap moderat, toleran, dan berorientasi kemaslahatan.Hal ini sejalan visi perguruan tinggi Islam: mencetak intelektual unggul sekaligus insan berakhlak, berintegritas, dan punya tanggung jawab sosial.

Kelulusan adalah  Awal Pengabdian

Wadek I mengingatkan, kelulusan akademik bukan garis akhir. Ini awal perjalanan pengabdian yang lebih luas. Ilmu Ushuluddin harus terus dikembangkan dan diwujudkan jadi kontribusi nyata untuk masyarakat, bangsa, dan peradaban Islam.Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya sidang. Semoga Allah Swt memberkahi setiap ikhtiar akademik yang telah dilakukan.*** haryadi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top