(12/9/2026)FU.UINSGD—
Sebanyak 106 wisudawan dan wisudawati Fakultas Ushuluddin,( dari 1.500 wisudawan) mengikuti prosesi Wisuda ke-109 UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Auditorium Anwar Musaddad, Sabtu (12/9/2026). Dalam amanatnya, Rektor UIN SGD Bandung Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag menekankan bahwa gelar sarjana bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab untuk mengabdi.
“Jadilah lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pesan Rektor.
Ilmu Luas, Manfaat Harus Nyata

Rektor mengingatkan bahwa ilmu hari ini memiliki dimensi yang sangat luas. Mulai dari pemahaman sosial, kemampuan komunikasi, hingga literasi digital.”Jadilah orang yang memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyorot capaian Career Development Center (CDC) UIN Bandung. Berdasarkan data CDC, serapan lulusan UIN SGD Bandung tergolong sangat cepat.
“Bahkan sejumlah lulusan dari program studi tertentu telah direkrut perusahaan sebelum wisuda digelar. Rata-rata alumni berhasil memperoleh pekerjaan dalam waktu 2 hingga 6 bulan setelah kelulusan,” ungkapnya.
Namun menurut Rektor, keberhasilan tidak hanya diukur dari gaji. “Yang utama adalah keberkahan rezeki dan adanya ruang untuk berkhidmat kepada masyarakat,” katanya.
Empat Pesan Kunci Hadapi Masa Depan
Menghadapi tantangan zaman, Rektor menitipkan 4 pesan untuk para lulusan:
Adaptif, Inovatif, dan Tangguh: Siap menghadapi perubahan global dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.
Penguat Moderasi Beragama: Hadir menjadi penengah dan pemberi solusi atas persoalan bangsa dan umat.
Jaga Nama Baik Almamater: Menjaga etika, integritas, dan perilaku baik dalam tutur kata maupun tindakan.
Restu Orang Tua: Terus memohon doa orang tua sebagai kunci kesuksesan dunia dan akhirat.”Wisuda ini hanyalah awal dari perjuangan yang sesungguhnya,” tutup Rektor
Dituntut Jadi Solusi di Tengah Anomali Global

Sementara Dekan FU Prof.Wahyudin Darmalaksana mengingatkan para lulusan akan tantangan dunia yang semakin kompleks. “Selamat menghadapi dunia global yang penuh hal-hal anomali. Ananda harus terlibat menjadi solusi, memecahkan problematika di masyarakat yang penuh anomali,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sebagai lulusan Fakultas Ushuluddin, para sarjana baru harus memiliki nilai-nilai inti sebagai bekal menghadapi kehidupan yang tidak selalu berjalan ideal.”Nilai-nilai inti itu yang akan menjadi kompas Ananda saat menghadapi realitas hidup yang penuh anomali,” pesannya.
Pelepasan wisudawan ke-109 ini menjadi penanda bertambahnya intelektual muda Fakultas Ushuluddin yang diharapkan mampu membawa kontribusi keagamaan, sosial, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ijazah Titik Berangkat, Bukan Titik Akhir
Kesempatan yang sama Wakil dekan I Dr.Ecep Ismail, MA mengingatkan para wisudawan untuk tidak menjadikan ijazah sebagai garis akhir. “Jadikan ijazah sebagai titik berangkat. Saudara tidak harus menjadi orang yang paling hebat. Tetapi jadilah orang yang terus bertumbuh. Tidak harus langsung sukses. Tetapi jangan berhenti berusaha,” pesan Ecep
Ditekankan pula bahwa tidak ada satu ukuran tunggal tentang keberhasilan. Ada yang sukses lebih cepat, ada yang butuh waktu lebih panjang, ada yang bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi. “Yang penting adalah: apakah Saudara mampu menjadi manusia yang mandiri, berintegritas, kompeten, dan memberi manfaat.”***haryadi



