DARI PESANTREN HINGGA PESISIR: FAKULTAS USHULUDDIN UIN SGD GELAR PKM DI PANGANDARAN

(21/9/2026)FU.UINSGD—

“Tidak hanya mengabdi di ruang kelas, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung turun langsung mengabdi di akar rumput.”

Demikian dipaparkan Wakil Dekan I Dr.Ecep Ismail, MA. saat melakukan PKM di Pangandaran

Menurutnya, Rombongan program studi  dan tenaga kependidikan Fakultas Ushuluddin menggelar dua agenda Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sekaligus di Kabupaten Pangandaran pada pekan ini.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Solehudin, MA dan melibatkan seluruh Program Studi: Tasawuf Psikoterapi (TP), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Studi Agama-Agama (SAA), dan Ilmu Hadis.

1.PKM di Pesantren: Merawat Ilmu, Merawat Istiqamah

Lokasi pertama adalah Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Desa Cibogo, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.Kedatangan rombongan Fakultas Ushuluddin disambut hangat oleh keluarga besar pimpinan pondok, KH. Tatang Hidayat, M.Pd.I. beserta para santri dan dewan ustadz.Di pesantren ini, tim PKM menggelar pembinaan keagamaan, penguatan keilmuan Ushuluddin, serta dialog tentang pentingnya merawat istiqamah dalam menuntut ilmu. Suasana kekeluargaan sangat terasa. Kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi antara dunia akademik kampus dengan tradisi keilmuan pesantren.”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, Fakultas Ushuluddin mau datang jauh-jauh ke pelosok. Ini berkah bagi kami,” tutur KH. Tatang Hidayat.

2.PKM di Pesisir: Ajak Pedagang Wisata Melek Ekoteologi

Setelah dari pesantren, tim bergeser ke titik kedua: kawasan wisata pesisir Pangandaran.Jika di pesantren merawat iman, di pesisir merawat alam. Tim menggelar PKM bertema Literasi Ekoteologi.Sasaran kali ini tidak biasa: para pedagang di sekitar wisata pantai. Tim memberikan edukasi dan pemahaman tentang nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam perspektif Islam. Mulai dari pentingnya menjaga kebersihan sampah dagang, tidak membuang limbah ke laut, hingga konsep bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah.

“Ekoteologi itu sederhana: pantai bersih, rezeki lancar, ibadah beres. Kalau laut kotor, pengunjung sepi, dagangan pun sepi. Islam mengajarkan menjaga lingkungan,” jelas Dr. Solehudin di hadapan para pedagang.

Para pedagang tampak antusias. Mereka diajak diskusi ringan tentang cara mengelola sampah dan menjaga ekosistem pesisir.

Ushuluddin: Ilmu Untuk Kemanusiaan

 Koordinator PKM Dr. Solehudin menegaskan, dua lokasi PKM ini dipilih dengan sengaja. Pesantren mewakili penguatan spiritual, pesisir mewakili tanggung jawab ekologis.

“Ini cerminan Fakultas Ushuluddin. Ada 5 prodi di sini, semua turun. Kami ingin ilmu Ushuluddin tidak hanya di menara gading, tapi hidup di pesantren dan hidup di pantai,” ungkapnya.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian tidak harus besar-besar, tapi harus tepat sasaran. Dari Desa Cibogo hingga bibir pantai Pangandaran, Fakultas Ushuluddin hadir membawa misi: merawat istiqamah, memanjangkan usia manfaat ilmu dan pengabdian*** haryadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top