(4/6/2026)Fu.uinsgd-
Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT),Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Stadium General bertajuk “Kajian Quran di Tatar Sunda: Memahami, Mengkaji, dan Menginspirasi dalam Bingkai Alquran dan Budaya Sunda”. Kegiatan Stadium General menghadirkan pembicara Dr.Roni Nugraha,M.Ag (IAI Persis Bandung)
Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik untuk mengintegrasikan nilai-nilai Alquran dengan kearifan lokal Sunda.Acara yang berlangsung di auditorium fakultas ushuluddin ini dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan pegiat literasi Quran,Kamis,(4/6/2026)
Stadium General ini sekaligus memperkenalkan kontribusi Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir dalam mengembangkan tafsir kontekstual yang membumi di masyarakat Sunda.Memahami Alquran Tanpa Meninggalkan Identitas Budaya
Dalam dalam sambutannya,Wakil Dekan I Dr.Ecep Ismail,M.Ag menekankan bahwa Alquran adalah petunjuk universal, namun pemahamannya akan lebih hidup ketika didekati melalui bahasa, adat, dan budaya setempat.
Tatar Sunda dengan nilai silih asah, silih asih, silih asuh memiliki resonansi kuat dengan pesan rahmatan lil ‘alamin dalam Alquran.“Kajian Quran di Tatar Sunda bukan untuk ‘mensunda-kan’ Alquran, tapi untuk memudahkan umat memahami dan mengamalkan Alquran melalui cara berpikir dan rasa yang sudah tumbuh di masyarakat Sunda,” ujar Wadek I saat membuka acara.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya membaca teks, tapi juga mengkaji asbabun nuzul, konteks sosial, serta bagaimana nilai Alquran bisa menginspirasi solusi atas persoalan kekinian seperti gotong royong, pelestarian alam, dan etika bertutur khas Sunda.
Menginspirasi Aksi Nyata di Masyarakat
Ketua Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Dr.Solehudin MA, didampingi sekprodi Dr.Siti Chodijah, menyampaikan bahwa Stadium General ini merupakan rangkaian program pengabdian. Ke depan, mahasiswa akan terjun langsung ke pesantren dan komunitas di wilayah Priangan untuk melakukan literasi Alquran berbasis budaya.
“Targetnya, lahir generasi mufasir muda yang tidak gagap budaya. Menguasai Alquran, tapi juga paham denyut nadi masyarakatnya. Memahami, mengkaji, dan menginspirasi itulah ruh dari acara ini,” jelasnya.
Dengan semangat “Memahami, Mengkaji, dan Menginspirasi”, Stadium General ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya karya tafsir, riset, dan gerakan sosial yang berakar pada Alquran namun berwajah Sunda*** HARYADI



