PKM di Pesantren Tahfidz  PMIQ Nurrohmah: Upaya Membangun Kesadaran Ekologis dan Spiritual

(10/10/2025)fu.uinsgd-   Fakultas Ushuluddin, UIN SGD Bandung menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025  di Pesantren Tahfidz  Pondok Modern  Ilmu Alquran (PMIQ)  Nurrohmah, Desa  Pasirhuni, Kec. Cimaung, Kabupaten Bandung,Jumat, 10 Oktober 2025.

Kegiatan PKM mengangkat tema” Implemetasi Eco-Teologi” sebuah pendekatan holistik untuk membangun kesadaran ekologis dan spiritual dalam rangka terwujudnya harmoni alam dan manusia.

Kegiatan PKM melibatkan  unsur dekanat, ketua dan sekretaris program studi, laboratorium,dosen,tenaga kependidikan, mahasiswa dan santri. Acara dihadiri  pimpinan Pesantren PMIQ  Nurrohmah Dr.Asep Ahmad Fathurrohman, M.Ag, wakil dekan  II,Dr.Muhlas, M.Hum, ketua prodi IAT Dr.Solehudin, M.Ag, ketua prodi TP Dr.Cucu Setiawan, M.Ag, ketua prodi ILHA,Dr. Agus Suyadi R. M.Ag,ketua prodi AFI Maman Lukmanul Hakim,M.Ag, ketua prodi SAA, Dr.Ilim Abdul Hakim, M.Ag, ketua internasional office, Dr.Munir,MA dan kabag TU.Drs.Zamroni.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan II menyampaikan  pentingnya memahami Al-Qur’an dan pengamalannya dalam kehidupan untuk membangun harmoni dengan alam sekitarnya.“Memahami Al-Qur’an adalah kunci untuk meningkatkan keimanan dan kualitas hidup. Dengan memahami Al-Qur’an dan mengamalkan pesan pesan didalamnya untuk membangun kesadaran ekologis membangun harmoni dengan alam sekitarnya.” Ujar Muhlas saat membuka kegiatan PKM.

Ia berharap  kerjasama dan silaturahmi antara Fakultas Ushuluddin dan pondok pesantren PMIQ Nurrohmah  dapat terus terjalin dengan baik.”Dengan kerjasama ini, dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Fakultas Ushuluddin.” Ucapnya.

Pesantren PMIQ Nurrohmah: Membangun Generasi Penghafal Al-Qur’an

Sementara, Pimpinan pesantren PMIQ  Nurrohmah Dr.Asep Ahmad Fathurrohman, M.Ag, mengatakan bahwa Pesantren Nurrohmah telah berdiri sejak tahun 2021 dengan tujuan untuk membangun generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas. Pesantren ini memiliki visi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para santri untuk menghafal dan memahami Al-Qur’an.

Menurutnya, sejak berdiri, pesantren ini telah mengalami perkembangan yang signifikan. Jumlah santri yang menghafal Al-Qur’an semakin meningkat setiap tahunnya. Saat ini, pesantren ini memiliki lebih dari 90 santri yang menghafal Al-Qur’an.

“Menghafal Al-Qur’an tidaklah mudah. dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kesadaran yang tinggi untuk dapat menghafal Al-Qur’an dengan baik. diperlukan juga  muroja’ah (mengulang hafalan) adalah kunci untuk mempertahankan hafalan Al-Qur’an.” ungkapnya.

Keberhasilan Santri

Pesantren ini telah melahirkan banyak santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an dengan baik. Beberapa di antaranya telah mencapai target 30 juz. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta para pengajar dan orang tua santri yang selalu mendukung dan mendoakan para santri. “Saya berharap para santri dapat menjadi pelanjut perjuangan Islam dan berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik.” pungkasnya***Haryadi

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top