(27/7/2026)fu.uinsgd
KOTATERAPI Apresiasi UIN Pekalongan Sukses Gelar Munas III
— Ketua Program studi TP,Dr. H. Cucu Setiawan, S.Psi.I., M.Ag sekaligus Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) mengapresiasi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan atas kesiapan dan kesuksesannya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional III KOTATERAPI, di Pekalongan, 22 Juli 2026.
“KOTATERAPI memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi antarprogram studi dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring akademik guna memperkokoh eksistensi keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia,” ujar Dr. Cucu.
Dibuka Rektor: Jawaban atas Krisis Kesehatan Mental-Spiritual

Munas dan konferensi dibuka resmi oleh Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. Zaenal Mustakim, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan penyelenggaraan ini wujud komitmen kampus dalam mengembangkan keilmuan yang responsif terhadap tantangan zaman.
“Tasawuf dan Psikoterapi memiliki peran strategis dalam penguatan kesehatan mental, spiritualitas, serta pembangunan karakter masyarakat di tengah dinamika modern,” ujarnya.
Ia berharap forum ini melahirkan gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang memperkuat posisi Prodi TP di tingkat nasional maupun internasional.Turut hadir Wakil Rektor I Dr. Nur Kholis, M.A, Wakil Rektor II Dr. H. Mohammad Hasan Bisyri, M.Ag, Wakil Rektor III Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H, Dekan FUAD Dr. Tri Astutik Haryati, M.Ag, perwakilan YAMAS, serta delegasi dari 19 perguruan tinggi se-Indonesia.Dekan FUAD menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadi tuan rumah.
“Semoga kegiatan ini mempererat sinergi antarperguruan tinggi dan memperkuat kontribusi Tasawuf dan Psikoterapi dalam menjawab persoalan masyarakat,” katanya.
5 Agenda Utama Selama 3 Hari

Munas III KOTATERAPI yang dirangkaikan dengan The 1st International Conference on Sufism and Psychotherapy (ICSP) 2026 berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juli 2026. Peserta dari 19 perguruan tinggi se-Indonesia mengikuti rangkaian agenda penting berikut:
- Musyawarah Nasional dan pemilihan pengurus baru KOTATERAPI periode 2026–2030
- The 1st International Conference on Sufism and Psychotherapy (ICSP) 2026
- Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus KOTATERAPI periode sebelumnya
- Ziarah ke Makam Sapuro Pekalongan
- Kegiatan Ecotheology berupa penanaman pohon di halaman Gedung FUAD UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Menurut Dr. Cucu Setiawan, kombinasi agenda akademik, organisasi, spiritual, dan lingkungan ini mencerminkan bahwa Tasawuf dan Psikoterapi tidak hanya berbicara tentang dimensi batin, tetapi juga kepedulian sosial dan ekologi.
“Melalui Munas ini kita memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus memperluas kolaborasi riset dan pengabdian agar keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi semakin relevan menjawab tantangan kesehatan mental-spiritual masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penguatan kurikulum nasional, peningkatan kualitas riset, serta perluasan kerja sama antaranggota konsorsium dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat
Prof. Wijaya Kembali Nahkodai KOTATERAPI
Agenda utama Munas adalah pemilihan Ketua Umum KOTATERAPI periode 2026–2030. Berdasarkan hasil musyawarah, peserta kembali memberikan amanah kepada Prof. Dr. H. Wijaya, M.Si. sebagai Ketua Umum.
Dalam arahannya, Prof. Wijaya menegaskan komitmen KOTATERAPI memperkuat kualitas Prodi Tasawuf dan Psikoterapi melalui penguatan kurikulum nasional, peningkatan tata kelola, pengembangan pendidikan profesi, peningkatan riset dan publikasi ilmiah, serta perluasan sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri.
“Penguatan kolaborasi antaranggota konsorsium menjadi prioritas untuk menjawab tantangan perkembangan keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi di masa mendatang,” tegasnya.
Sebagai implementasi nilai tasawuf yang peduli lingkungan, peserta juga mengikuti penanaman pohon di lingkungan FUAD. Ziarah ke Makam Sapuro dilakukan sebagai refleksi spiritual dan pengenalan khazanah sejarah Islam lokal.
19 PT se-Indonesia Hadir
Munas III dan ICSP 2026 diikuti 19 perguruan tinggi dari berbagai daerah:
UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Kudus, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Al Fithrah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Cirebon, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, ISQI Sunan Pandanaran, Universitas PTIQ Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, STAI Al Mujtama’, UIN Syekh Wasil Kediri, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAILM Suryalaya Tasikmalaya, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan selaku tuan rumah.
Keikutsertaan lintas wilayah ini menunjukkan kuatnya komitmen membangun ekosistem Tasawuf dan Psikoterapi yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi kemaslahatan. Forum ini juga menjadi wadah memperluas kerja sama pendidikan, penelitian, pengabdian, pertukaran dosen-mahasiswa, dan publikasi ilmiah.***haryadi



