(12/6/2026)fu.uinsgd-
Pohon rindang dan buah bermanfaat, ibadah sekaligus penghijauan kampus
– Suasana berbeda terasa di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat 12/6/2026 pagi. Dekanat, para ketua prodi dan tendik turun kehalaman fakultas membawa cangkul, sekop, dan bibit pohon.
Kegiatan “Jumat Bersih” itu dipimpin langsung wakil dekan II Fakultas Ushuluddin, Dr. Muhlas,M.Hum.,dihadiri wadek I Dr.Ecep Ismail, MA., Kabag TU, Drs.Zamroni. Targetnya sederhana tapi berdampak panjang: penghijauan kampus lewat penanaman pohon buah.

Tanam Pohon yang Rindang dan Bermanfaat
Lahan di belakang fakultas ushuluddin disulap jadi “kebun produktif”. Bibit yang ditanam bukan pohon hias biasa. Muhlas memilih 4 jenis: mangga, sawo, manggis, dan jambu air.“Kenapa pohon buah? Karena dia dua fungsi sekaligus. Daunnya bikin rindang, teduh buat mahasiswa diskusi. Buahnya bermanfaat, bisa dinikmati civitas akademika. Ini penghijauan yang produktif,” ujar nya di sela penanaman.
Ia menegaskan, gerakan ini bukan seremonial. “Jumat Bersih” jadi agenda rutin Fakultas Ushuluddin. Bersih-bersih lingkungan dipadukan aksi nyata tanam pohon. Filosofinya: kampus bersih, kampus teduh, kampus bermanfaat.

Ibadah Sekaligus Ikhtiar Ekologis
Bagi wadek II menanam pohon sejalan dengan ajaran Islam. Menjaga lingkungan = bagian dari amanah khalifah di bumi. “Kalau 10 tahun lagi pohon mangga ini berbuah, mahasiswa angkatan sekarang sudah lulus. Tapi adik kelasnya yang nikmati. Itu sedekah jariyah,” katanya.
Lahan belakang kampus dipilih karena masih terbuka dan butuh peneduh. Ke depan, area ini ditargetkan jadi ruang terbuka hijau + spot belajar outdoor. Mahasiswa bisa baca buku di bawah pohon sawo, diskusi di bawah manggis.Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar bibit tumbuh subur. “Jangan tanam lalu tinggal. Kita rawat bareng-bareng biar jadi warisan Fakultas Ushuluddin,” pesannya.***haryadi



