Tahun 2026, Fakultas Ushuluddin Dorong Prodi SAA Go Internasional

(11/2/2026) fu.uinsgd-

Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri  Bandung (UIN Bandung), Prof.Dr.Wahyudin Darmalaksana,M.Ag menegaskan bahwa jajaranya terus berupaya melakukan Langkah stragegis mendorong program studi Agama-agama bisa level akreditasi internasional.

Demikian hal itu disampaikan Prof.Wahyudin saat memberikan sambutan pada rapat persiapan perkuliahan semester genap di ruang aula lantai 1 fakultas ushuluddin“Pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana Fakultas Ushuluddin dapat menjadi contoh dalam mengembangkan studi agama-agama baik nasional maupun internasional” ujarnya.

Menurut Prof.Wahyudin   Fakultas Ushuluddin memiliki potensi besar untuk menjadi pusat studi agama-agama yang unggul dan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Ia juga mengajak para ketua prodi untuk berinteraksi dan berdiskusi tentang bagaimana cara mengembangkan Fakultas Ushuluddin menjadi lebih baik dan maju unggul, punya daya saing ditingkat regional,nasional dan internasional

Arah Pengembangan Fakultas Ushuluddin

Wakil dekan 2 Dr.Muhlas, M.Hum menyampaikan tentang beberapa rencana pengembangan fakultas, termasuk penyelenggaraan seminar internasional untuk meningkatkan reputasi internasional fakultas.

Menurut Dia,  pentingnya fokus pada jurnal ilmiah, dengan target minimal satu jurnal yang terindeks internasional. Ia juga meminta para pengelola jurnal untuk berkomunikasi dengan fakultas untuk mempersiapkan proses yang diperlukan.

Selain itu,ia juga mengingatkan para dosen untuk mempersiapkan dokumen administrasi yang diperlukan dan berkomunikasi dengan Bagian Kepegawaian untuk memperoleh informasi yang akurat tentang proses karir.

“ Fakultas Ushuluddin memiliki anggaran yang memadai untuk tahun 2026 dan berencana untuk meningkatkan kualitas akademik dan reputasi fakultas.” Ucap nya.

Tantangan dan Solusi dalam Pelaksanaan Kuliah

Sementara Wakil Dekan 3 Dr.Radea Ahmad Hambali, M.Hum menyampaikan tentang beberapa tantangan yang dihadapi oleh fakultas, termasuk kesulitan mahasiswa dalam membayar UKT dan lambatnya respon dosen terhadap pertanyaan mahasiswa.

Ia  juga menyampaikan beberapa solusi yang telah dilakukan, seperti menghimpun dana dari dosen untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT. Namun, solusi ini belum efektif karena dana yang terhimpun belum dapat dikembalikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top