Selamat dan Berkah! Dua Guru Besar Fakultas Ushuluddin Resmi Dikukuhkan

(23-04-2025)fu.uinsgd

Dua  guru besar Fakultas Ushuluddin, UIN SGD Bandung yaitu Prof.Dr.Deni Miharja,M.Ag ( guru besar bidang ilmu studi agama-agama) dan Prof.Dr.Yusuf Wibisono,M.Ag,(guru besar bidang ilmu perbandingan agama) resmi di kukuhkan oleh  Rektor UIN SGD Bandung, Prof.Dr.Rosihon Anwar, M.Ag.didampingi Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, Prof. Dr. Mahmud, M.Si., Prof. Dr. Asep Muhyiddin, M.Ag., dalam Sidang Senat Terbuka bertajuk “Membumikan Kepakaran, Menguatkan Kebermanfaatan, Mengunggulkan Kontribusi Nyata bagi Peradaban.”

Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, (23/4/2025).Pengukuhan 2 guru besar FU itu, berbarengan dengan 18 guru besar lainnya dilingkungan UIN SGD Bandung. Dekanat dan segenaf civitas fakultas Ushuluddin mengucapkan selamat dan sukses kepada 2 profesor tersebut.

Sehingga, sampai  kini Fakultas Ushuluddin memiliki 12 guru besar “Selamat atas Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Yusuf Wibisono, M.Ag (Guru Besar Ilmu Perbandingan Agama) dan Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag (Guru Besar Studi Agama-Agama) FU” ucap Dekan FU,Prof. Dr.Wahyudin Darmalaksana, M.Ag,dari instagramnya.

Bukan hanya ucapan selamat dari civitas FU,ke-2 gubes itu mendapat ucapan selamat juga dari Warek III, Bidang Kemahasiswaan dan jajaranya.Prof.Dr.Husnul Qodim, M.Ag.

Rektor Prof Rosihon menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi merupakan simbol dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata sivitas akademika dalam membangun peradaban.

Rektor menekankan pentingnya peran para Guru Besar dalam memperkuat fondasi keilmuan dan moral di tengah tantangan zaman. “Hari ini kita menyaksikan pengukuhan Guru Besar, sehingga tercatat ada 87 Guru Besar di lingkungan UIN Bandung. Mudah-mudahan pada tahun 2026 mencapai diangka 100 Guru Besar. Ini bukan sekedar seremonial, bukan hanya sekedar pencapaian akademik, tetapi merupakan simbol dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata sivitas akademika dalam pengembangan ilmu, membangun peradaban,” terangnya.

Menurutnya pengukuhan ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi tanggung jawab keilmuan untuk masyarakat, bangsa, dan agama. “Ini semua tentang ketekunan, perjuangan, keberhasilan yang telah mencapai puncak akademik, namun pada saat yang sama dituntut untuk melakukan pengabdian, pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat menunggu keahlian Bapak, Ibu dalam melakukan riset yang dapat dilahirkan keilmuan. Untuk itu, 87 Guru Besar diharapkan memberikan dampak yang luar biasa terhadap pelopor keilmuan, benteng keilmuan, penjaga moralitas, pelopor perubahan, dengan terus membangun narasi keilmuan yang berbasis rahmatan lil alamin,” ujarnya.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top