(05/05/2026)fu.uinsgd
– Program Studi Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan Rapat Sosialisasi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE), di Ruang Akreditasi, Lantai 2 Rabu, (29/4/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis merespons tuntutan dunia kerja dan perkembangan keilmuan yang semakin dinamis. Kurikulum OBE menekankan pada capaian pembelajaran lulusan atau learning outcomes, bukan sekadar konten mata kuliah. Dengan pendekatan ini, lulusan diharapkan tidak hanya menguasai teori tasawuf dan psikoterapi, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang terukur.

Rapat sosialisasi dihadiri oleh Prof.Dr.Mukhtar Solihin MA,(narasumber), jajaran prodi TP, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Dalam forum tersebut, dipaparkan struktur kurikulum baru, profil lulusan, dan rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan kebutuhan stakeholder.
Ketua Prodi Tasawuf Psikoterapi Dr.Cucu Setiawan, MA, didampingi sekretaris prodi TP Dr.Dian siti Nurjanah, M.Psi menjelaskan, implementasi kurikulum OBE akan memperkuat integrasi keilmuan tasawuf dengan pendekatan psikoterapi modern. Lulusan ditargetkan mampu menjadi konselor spiritual, terapis berbasis nilai-nilai sufistik, peneliti, hingga akademisi yang adaptif terhadap isu kesehatan mental kontemporer.
“Kurikulum OBE menuntut kita merancang pembelajaran dari akhir, yaitu profil lulusan. Semua mata kuliah, metode, dan asesmen diarahkan agar mahasiswa benar-benar mencapai kompetensi itu,” ujarnya.
Selain pemaparan, forum juga membuka sesi diskusi untuk menyerap masukan dari dosen dan mitra pengguna lulusan. Beberapa poin yang mengemuka antara lain penguatan praktik laboratorium konseling sufistik, magang di lembaga layanan psikologi dan rumah sakit jiwa, serta kolaborasi riset dengan pusat rehabilitasi.
Dekan Fakultas Ushuluddin Prof.Wahyudin Darmalaksana mengapresiasi langkah Prodi Tasawuf Psikoterapi yang bergerak cepat menyesuaikan kurikulum.
Menurutnya, pendekatan OBE sejalan dengan visi UIN SGD Bandung untuk melahirkan sarjana yang unggul, kompetitif, dan berakhlak karimah.“Kami ingin lulusan Ushuluddin tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga punya daya saing dan kebermanfaatan nyata di masyarakat. OBE adalah jalannya,” tegasnya.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti hasil sosialisasi ke tahap implementasi. Kurikulum OBE akan diterapkan secara bertahap pada angkatan baru, disertai evaluasi berkala untuk penjaminan mutu.Dengan kurikulum baru ini, Prodi Tasawuf Psikoterapi UIN Bandung optimistis dapat mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan kesehatan mental berbasis spiritual di era Indonesia Emas 2045.***



