Perkuat Tata Kelola ORMAWA, SEMA-FU Sukses Gelar Sekolah Legislatif dan Administratif 2025

(18/12/2025)fu.uinsgd-

Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan Sekolah Legislatif dan Administratif (SLA) 2025 sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas mahasiswa di bidang legislasi, administrasi, dan kepemimpinan organisasi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag.

Sekolah Legislatif dan Administratif merupakan program pengembangan kapasitas mahasiswa yang bertujuan menanamkan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme kerja lembaga legislatif, hubungan kemitraan antara legislatif dan eksekutif, serta keterampilan pengelolaan administrasi organisasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SEMA-FU dalam mewujudkan tata kelola organisasi kemahasiswaan yang progresif, integritas dan profesional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum SEMA-FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Muhamad Jajang Komarudin, menyampaikan bahwa Sekolah Legislatif dan Administratif 2025 diharapkan menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa khususnya organisasi mahasiswa lingkup fakultas ushuluddin dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang baik (good governance) di lingkungan fakultas.”

“Melalui kegiatan ini, kami berharap senat dapat memfasilitasi mahasiswa ushuluddin untuk memahami teori legislasi, eksekutif dan administrasi dari praktisi pemerintahan langsung serta akademisi agar mampu diimplementasikan pada organisasi kemahasiswaan. SLA dirancang sebagai upaya mencetak mahasiswa yang diperuntukkan bagi calon-calon pemimpin masa depan,” ujarnya.

Mengusung tema “Cakap dalam Karya, Adil dalam Tata, Demokratis dalam Jiwa”, SLA 2025 menghadirkan tokoh-tokoh legislatif, eksekutif, dan akademisi sebagai narasumber. Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, S.Sos., M.Si., menyampaikan materi “Mekanisme Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) di DPR RI” yang memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana proses penyusunan program legislasi nasional (Prolegnas) sampai dengan tahap pengundangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Stadium General yang diisi oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, S.E., dengan tema “Kepemimpinan Sinergis: Hubungan Kemitraan Kritis antara Eksekutif dan Legislatif”. Dalam pemaparannya, Wali Kota Bandung menekankan pentingnya sinergi yang kritis dan konstruktif antara lembaga eksekutif dan legislatif demi terwujudnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan Sekolah Legislatif dan Administratif ini. Rektor menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam membangun kualitas kepemimpinan mahasiswa serta memperkuat kesadaran demokrasi dan tata kelola organisasi yang baik di lingkungan kampus.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Barat, Sabil Akbar, M.IP, yang membahas Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan. Selanjutnya, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Drs. Heri Hermawan, M.M.Pd, menyampaikan materi “Mekanisme Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga Pengawasan Implementasi”, yang memberikan gambaran tentang fungsi legislasi dan pengawasan di tingkat daerah khususnya kota bandung.

Sebagai penguatan karakter dan kapasitas kepemimpinan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. H. Dudang Ghozali, M.Ag, menyampaikan materi Leadership Building yang menekankan pentingnya integritas, komunikasi efektif dan mengambil keputusan strategis serta menjadi seorang pemimpin wajib berdebu yaitu membangun budaya membaca, berdiskusi dan menulis.

Selain sesi materi utama, SLA 2025 juga dirangkaikan dengan kegiatan Talkshow Senat Mahasiswa lingkup UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dihadiri oleh delegasi pengurus senat mahasiswa di lingkungan UIN Bandung. Dalam talkshow tersebut, dibahas secara komprehensif sejarah Senat Mahasiswa, peran dan fungsi senat sebagai lembaga legislatif mahasiswa, Produk hukum di setiap masing-masing fakultas serta sistem pemilihan senat yang diterapkan di masing-masing fakultas.

Lebih lanjut, talkshow ini juga mengulas perbedaan kuota keanggotaan senat mahasiswa di setiap fakultas, serta ragam dan struktur komisi senat yang diterapkan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Diskusi ini menjadi ruang dialog strategis untuk saling bertukar pengalaman dan praktik kelembagaan, mengingat setiap fakultas memiliki sosiologis yang berbeda.

Melalui forum tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai tata kelola kelembagaan senat mahasiswa, sekaligus mempererat sinergi dan harmoni antarsenat fakultas dalam rangka memperkuat sistem legislatif mahasiswa di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Sekolah Legislatif dan Administratif 2025 diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang sistem legislasi dan administrasi, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sosial, serta memperkuat budaya organisasi kemahasiswaan yang progresif, integritas dan profesional.

SEMA-FU UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan melahirkan mahasiswa yang kritis, kompeten, dan berintegritas, serta mampu menjadikan dirinya sebagai insan ulul albab.*** haryadi

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top