Kuliah Umum SAA : Ahmad Gaus AF Bicara tentang Toleransi dan Peradaban Islam

(07-05-2025) – fu.uinsgd-

Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship menggelar kuliah umum bertema “Agama Sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”menghadirkan narasumber Ahmad Gaus AF. bertempat di Aula lantai 1 gedung Fakultas, Rabu, 07 Mei 2025. Sebagai Moderator Dr. Neng Hannah, M.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Gaus AF membahas tentang toleransi dan peradaban Islam.Menurutnya toleransi antarumat beragama merupakan hal yang sangat penting dalam membangun kehidupan yang harmonis. Ia mencontohkan bagaimana pada masa lalu, khalifah Islam membiayai para pendeta, rahib, dan tokoh agama lainnya untuk menjaga moral umat.

“Mengapa khalifah-khalifah Islam perlu membiayai para pendeta, rahib, dan Romo? Karena mereka berdakwah untuk menjaga moral umat, sehingga mereka perlu dibiayai hidupnya setiap bulan dan tempat-tempat ibadahnya perlu dipelihara,” jelas Ahmad.

Ahmad Gaus juga menekankan pentingnya memahami sejarah peradaban Islam yang besar pada abad ke-7. Ia menyebutkan bahwa peradaban Islam pada masa lalu tidak hanya berkembang dalam bidang agama, tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, astronomi, kimia, fisika, dan filsafat.

“Peradaban Islam itu sudah cirinya ada dua, yaitu peradaban ilmu pengetahuan dan toleransi,” tambah Ahmad Gaus.

Ia juga mengupas tentang bagaimana toleransi dapat dibangun dalam masyarakat yang beragam. Ia menekankan pentingnya memahami dan menghargai perbedaan agama dan budaya.

“Dengan memahami dan menghargai perbedaan, kita dapat membangun kehidupan yang harmonis dan damai,” pungkas Ahmad.

Sementara, ketua Prodi SAA Dr.Ilim Abdul Halim, M.Ag mengatakan bahwa acara kuliah umum sebagai realisasi kerjasama antara Program Studi Agama-Agama dan Esoterika Fellowship.” Program ini diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan diskusi akademik seputar agama dan budaya. Kuliah umum ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pemikiran kritis dalam melihat peran agama sebagai warisan budaya yang terus relevan dalam kehidupan masyarakat modern.” terang Ilim saat membuka acara Kuliah Umum.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top