Prof. Usep Dedi Rostandi Tawarkan Konsep Model Pedagogi Tafsir Translanguaging Integratif

(07/04/2026) fu.uinsgd-

Prof. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA. menawarkan sebuah rancangan konseptual yang disebut sebagai “Model Pedagogi Tafsir Translanguaging Integratif” bagi Pendidikan Islam Indonesia. Model ini memiliki lima prinsip, yaitu prinsip autentisitas, kontekstualisasi nasional, globalisasi akademik, dialog reflektif, dan etika kebahasaan inklusif.

“Model ini dapat diterapkan melalui langkah-langkah perencanaan materi dan tujuan belajar, desain aktivitas kelas berbasis dialog, asesmen yang menilai bukan hanya hapalan, tetapi juga argumentasi, refleksi, dan integritas rujukan, serta refleksi kebahasaan.” terang Prof. Dr.Usep Dedi Rostandi usai dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pendidikan Islam Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad, Selasa (7/4/2026).

Prof.Usep yang juga Direktur ekskutif Rumah Moderasi Beragama UINSGD Bandung menyampaikan orasi ilmiah  pengukuhan berjudul “Translanguaging dalam Pendidikan Tafsir: Model Pedagogi Multibahasa untuk Penguatan Literasi Keislaman, Moderasi, dan Identitas Kebangsaan dalam Pendidikan Islam Indonesia”. Ia  memaparkan bahwa pembelajaran tafsir di PTKIN Indonesia melibatkan tiga bahasa: Arab, Indonesia, dan Inggris. Bahasa Arab berfungsi sebagai teks wahyu dan rujukan utama, bahasa Indonesia membuat konteks sosial-kultural kebangsaan, dan bahasa Inggris memberikan perspektif ilmiah dan membuka interaksi dengan wacana global.

Prof. Usep Dedi Rostandi berharap bahwa praktik translanguaging yang melibatkan bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa dalam kelas tafsir di Indonesia.

Kutipan :

“Translanguaging dalam Pendidikan Tafsir: Model Pedagogi Multibahasa untuk Penguatan Literasi Keislaman, Moderasi, dan Identitas Kebangsaan dalam Pendidikan Islam Indonesia” – Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA.

“Bahasa Arab berfungsi sebagai teks wahyu dan rujukan utama, bahasa Indonesia membuat konteks sosial-kultural kebangsaan, dan bahasa Inggris memberikan perspektif ilmiah dan membuka interaksi dengan wacana global.” – Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA.*** haryadi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top