MAKOMAT 2026: Siapkan Kader Tasawuf dan Psikoterapi sebagai Cahaya Peradaban

(29/9/2026)FU.UINSGD—

Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menggelar orientasi khas jurusan bertajuk Masa Kegiatan Orientasi Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi (MAKOMAT) 2026.

Bukan sekadar penyambutan mahasiswa baru, MAKOMAT dimaknai sebagai transisi fundamental dari bangku sekolah menuju kesadaran baru sebagai agen penyembuh jiwa (agent of healing) di tengah kegersangan spiritual dan krisis kesehatan mental masyarakat modern.

Dekan FU Prof .Wahyudin Darmalaksana menyampaikan bahwa mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi tidak hanya dituntut menghafal konsep maqamat, ahwal, atau teori psikologi. Lebih dari itu, mereka dituntut mampu mengintegrasikan dua keilmuan besar: tasawuf yang berorientasi pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan psikoterapi yang berorientasi pada penyembuhan jiwa (healing of the soul).
Menjawab Krisis Zaman dan Kecemasan Digital


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Jurusan TP.Dr.Cucu Setiawan, MA, didampingi Sekretaris Jurusan TP Dr.Dian Siti Nurjanah, MA mengatakan bahwa MAKOMAT tahun ini mengangkat tema besar: “Merawat Nalar Menjaga Nurani: Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi sebagai Cahaya Peradaban di Tengah Krisis Zaman.

Tema ini relevan menjawab gejala mengkhawatirkan di masyarakat modern: maraknya kecemasan, depresi, kekosongan makna hidup, dan krisis identitas generasi muda.
Di sisi lain,lanjut Cucu perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang pesat juga melahirkan persoalan baru: digital anxiety, kecanduan gawai, dan dangkalnya relasi sosial.

“Fenomena mahasiswa yang lebih mengandalkan kecepatan teknologi ketimbang ketajaman perenungan dan riyadhah batin adalah bentuk baru dari ilmu tanpa amal. Budaya instan dapat mendegradasi kepekaan spiritual. Karena itu, pengenalan integrasi tasawuf dan psikoterapi harus menjadi fondasi karakter sejak dini,” jelasnya

Wajib Ikut, Syarat Jadi Pengurus
Sesuai Pedoman Akademik, PBAK Jurusan / Orientasi Jurusan ini merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa baru 2026 dan mahasiswa lama yang belum mengikutinya. Sertifikat kelulusannya menjadi syarat untuk mengikuti kepengurusan lembaga kemahasiswaan intra kampus.Kegiatan akan dilaksanakan maksimal 4 hari dan selambat-lambatnya 30 hari setelah PBAK Fakultas.

Adapun tujuan MAKOMAT 2026 dirumuskan dalam enam poin:
-Menumbuhkan sikap kritis dan kreatif mahasiswaMeningkatkan pemahaman jenjang karir Tasawuf dan Psikoterapi
-Mengasah kecerdasan spiritual, emosional, intelektual, dan social
-Menumbuhkan empati dan solidaritas antar mahasiswa
-Menumbuhkan jiwa kemahasiswaan
-Membentuk pribadi yang haus ilmu, gemar berdzikir, berkesadaran historis, berjiwa optimis transendental, berpikir dialektis, dan bertindak transformative
Secara khusus, MAKOMAT bertujuan memberi pemahaman ruang lingkup pendidikan Tasawuf Psikoterapi, kesiapan mental dan emosional menghadapi tantangan akademik, penanaman nilai integritas dan empati, serta membangun keakraban dengan dosen dan sesama mahasiswa.

Indikator Keberhasilan: Afektif, Kognitif, Psikomotorik
Panitia menetapkan indikator kelulusan yang komprehensif:
Afektif: Menjalin keakraban, menyadari identitas sebagai mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi, menjaga solidaritas, konsisten ibadah 5 waktu, peduli kebersihan, dan taat aturan.
Kognitif: Mampu menjelaskan kembali materi, berargumentasi kritis dan rasional, serta menjelaskan konsep dasar tasawuf, tazkiyatun nafs, dan psikoterapi Islam.
Psikomotorik: Menerapkan interaksi empatik, mempraktikkan dzikir sebagai latihan penyucian jiwa, aktif dalam Forum Group Discussion (FGD), mengambil peran dalam ibadah, dan menunjukkan komitmen mengembangkan jurusan.***haryadi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top