(17/9/2026)FU.UINSGD
Suasana khidmat dan tegang bercampur optimisme menyelimuti Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Sebanyak 10 mahasiswa dari 5 Program Studi mengikuti Ujian Komprehensif Periode September 2026 yang digelar pekan ini.Kamis, 17/9/2026, di auditorium FU.
Ujian ini merupakan bagian proses akademik yang harus dilewati setiap mahasiswa sebelum tahap selanjutnya yaitu sidang sekripsi. Para peserta datang dengan semangat penuh, motivasi membara, dan persiapan matang.
Diuji Dosen, Dijawab Tuntas

Di ruang ujian, para penguji dari para dosen ahli Ushuluddin memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis yang menguji kedalaman ilmu, mulai dari akidah, filsafat, tafsir, hadis, hingga tasawuf.
Namun, para peserta tak gentar. Satu per satu pertanyaan dijawab dengan percaya diri.”Alhamdulillah, pertanyaan penguji menantang tapi bisa dijawab. Saya yakin lulus dengan hasil maksimal,” ujar salah satu peserta usai keluar ruangan.
Keyakinan itu merata. Rata-rata peserta menargetkan lulus dengan nilai terbaik agar bisa melanjutkan tahapan akhir.
Target: Lulus Tepat Waktu
Ujian komprehensif bukan sekadar formalitas. Ini syarat utama untuk bisa mengajukan sidang skripsi.Para peserta sepakat, ujian ini menjadi motivasi untuk menyelesaikan studi sesuai kalender akademik yang telah ditetapkan kampus.
“Semangatnya luar biasa. Mereka datang bukan hanya ingin lulus, tapi ingin lulus dengan kualitas. InsyaAllah mereka bisa wisuda tepat waktu,” ujar Wakil Dekan I Dr.Ecep Ismail, MA di sela sela ujian komprehesif kepada tim website.
10 peserta yang ikut pada periode September ini berasal dari 5 Prodi di Fakultas Ushuluddin:Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT),Ilmu Hadis,Aqidah dan Filsafat Islam (AFI),Tasawuf dan Psikoterapi (TP),Studi Agama-Agama (SAA)
Fakultas Ushuluddin: Jaga Mutu, Kawal Hingga Lulus
Dekanat Fakultas Ushuluddin Prof.Wahyudin menegaskan, ujian komprehensif September 2026 digelar untuk memastikan mahasiswa memiliki kompetensi keilmuan Ushuluddin secara utuh sebelum menyandang gelar sarjana.
“Komprehensif adalah marwah fakultas. Kita ingin memastikan lulusan Ushuluddin bukan hanya hafal materi, tapi paham dan bisa menjelaskan kembali ilmunya,” ujarnya
Dengan selesainya ujian ini, 10 pejuang sarjana tersebut selangkah lebih dekat menuju toga. Semangat mereka menjadi bukti: Ushuluddin serius, Ushuluddin unggul.***haryadi



