(07/05/2026)fu.uinsgd-
Program Studi Agama-Agama dan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperingati Dies Natalis ke-58 dengan mengusung tema “Agama, Toleransi, dan Demokrasi: Membangun Ruang Dialog yang Inklusif”.Rangkaian acara digelar di lingkungan Fakultas Ushuluddin, Rabu (7/5/2026), dihadiri Wakil dekan III Dr.Radea Ahmad Hambali, M.Hum, Ketua Prodi SAA. Dr.Ilmim Abdul Halim, M.A., Sekprodi Dr.Mulyadi,dosen, dan mahasiswa.
Peringatan 58 tahun ini menjadi momentum refleksi perjalanan Prodi Studi Agama-Agama dan Fakultas Ushuluddin dalam merawat keberagaman dan menguatkan peran akademik di tengah masyarakat majemuk.

Ruang Dialog Inklusif
Tema “Agama, Toleransi, dan Demokrasi” dipilih untuk menegaskan komitmen akademik prodi Studi Agama-Agama dalam membangun ruang dialog yang inklusif. Di tengah tantangan polarisasi dan menguatnya politik identitas, agama diharapkan hadir sebagai perekat, bukan pemisah.
Ketua Prodi SAA Ilim Abdul Halim menyampaikan, bahwa usia 58 tahun adalah bukti konsistensi prodi SAA dalam melahirkan sarjana yang moderat, terbuka, dan siap menjadi jembatan antarumat beragama.
“Toleransi bukan sekadar hidup berdampingan, tetapi kemauan memahami. Demokrasi bukan sekadar prosedur, tetapi budaya mendengar. Di sinilah Ushuluddin mengambil peran,” ujarnya.

Komitmen ke Depan
Ketua Prodi Studi Agama-Agama menegaskan, memasuki usia ke-58, prodi akan memperkuat kurikulum yang berbasis dialog dan lapangan. Mahasiswa didorong tidak hanya mengkaji teks, tetapi juga turun membangun ruang-ruang perjumpaan di masyarakat.
“Agama, toleransi, dan demokrasi harus bertemu dalam praktik nyata. Kami ingin lulusan Ushuluddin menjadi aktor yang merawat ruang inklusif, bukan sekadar komentator,” tegasnya.




