(2/03/2026) fu-uinsgd-
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggandeng Republik Islam Iran akan mengadakan Dari Dialog Peradaban Islam Kontemporer, Festival Peradaban Islam Awal 2027, sebuah acara yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan kebangkitan peradaban Islam antara Iran dan Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Amir Rezaei Panah, Kepala Kantor Dialog Kebudayaan, Hubungan Organisasi dan Kebudayaan Islam Republik Islam Iran, dalam diskusi paralel di Aula Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat,27 Februari 2026.
Dalam kesempatan penting ini hadir pula sebagai narasumber dari kepala International office UIN SGD Bandung,Dr.Munir, MA,. Imam Ghazali,( penerjemah resmi Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran),dan Moderator, Dodo Widarda,M.Hum,( Direktur Iranian Corner Fakultas Ushuluddin), Dr. Ilim Abdul Halim,( Ketua Jurusan Studi Agama-Agama).
Dalam moment itu,Dr. Amir RezaeiPanah menjelaskan bahwa festival ini akan terdiri dari tiga seksi, yaitu Riset tentang Peradaban Islam, Pendidikan serta Pelatihan Peradaban, dan Seni Peradaban. Ia menekankan pentingnya memahami dan menganalisis masa lalu untuk merancang masa depan.
Dalam kunjungannya, Dr. Amir RezaeiPanah juga menyoroti kegemilangan masa klasik Islam yang disumbangkan Iran, terutama pada fase Iran dalam naungan Ahlus Sunnah. Ia menyebutkan nama-nama besar seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, dan Al-Ghazali Maulana Rumi yang berasal dari tanah Parsi.
Ia menekankan pentingnya kehendak kolektif dan konsensus dalam merancang masa depan. Ia berharap festival ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kerjasama dan kebangkitan peradaban Islam antara Iran dan Indonesia.
Semenatra,Dr. Munir, MA, dari International Office UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyambut baik rencana festival ini dan menawarkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Iran. “UIN Sunan Gunung Djati sangat terbuka untuk membangun kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Iran,” katanya.
Dr. Munir juga menyoroti pentingnya memiliki tauhid yang sama, Nabi yang sama, dan Alquran yang sama sebagai modal untuk melahirkan peradaban Islam dari Indonesia dan Iran. “Kita punya tauhid yang sama, Nabi yang sama, serta Alquran yang sama. Hal itu menjadi modal yang kuat untuk melahirkan peradaban Islam dari Indonesia, dan juga dari Iran,” katanya.
Kerjasama antara UIN Sunan Gunung Djati dan Iran telah terjalin sejak lama, dengan fokus pada visi dan orientasi akademis. Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 orang mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan dibuka oleh Dr. Ilim Abdul Halim, Ketua Jurusan Studi Agama-Agama (SAA).
Dodo Widarda,Direktur Iranian Corner Fakultas Ushuluddin, mengatakan bahwa Festival Peradaban Islam Awal 2027 diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kerjasama dan kebangkitan peradaban Islam antara Iran dan Indonesia. Dengan kegemilangan masa lalu sebagai modal, kedua negara dapat bekerja sama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.



