Rakernas Forum Dekan Sukses, Prof.Dr Wahyudin Darmalaksana Jabat Ketua FORDEK 2025-2028

(4/12/2025) fu.uinsgd-   Fakultas Ushuluddin UIN  SGD Bandung di beri kehormatan menjadi tuan rumah menyelenggarakan  acara Rapat Kerja  Nasional Forum Dekan ( Rakernas Fordek 2025) Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang digelar di Hotel Shakti,( 2-4/12/2025) Jalan Soekarno-Hatta,Kota Bandung. Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Rakornas  Fordek 2025 yang dihadiri sekitar 30 Dekan Fakultas Ushuluddin  seluruh Indonesia, Dekanat, para ketua/sekretaris prodi,lab, dan tendik.

Kegiatan yang  mengusung tema “Ekoteologi: Meneguhkan Peran Ushuluddin dalam Merawat Alam dan Kemanusiaan” ini secara aklamasi telah  menetapkan Dekan Fakultas Ushuluddin Prof.Dr.Wahyudin Darmalaksana, M.Ag sebagai ketua Forum Dekan Ushuluddin PTKI  se-Indonesia masa bakti 2025-2028 menggantikan Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Pd, yang telah menjabat sejak  periode 2022 hingga 2025. Rangkaian acara diisi dengan penandatanganan kerjasama (PKS) dan menanam pohon secara simbolik di kampus II UIN Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN SGD Bandung Prof.Dr.Rosihon Anwar, M.Ag hadir untuk membuka  acara Fordek 2025. Rektor mendukung penuh kegiatan penting ini. Ia berharap dengan digelarnya Fordek 2025 dapat merumuskan program program penting dan strategis dalam mewujudkan lulusan fakultas ushuluddin bermutu dan punya daya saing menjawab tantangan global. Ia juga berharap Fordek bisa merumuskan program program yang solutif terkait krisis ekologi dan kemanusiaan.

Kurikulum Berbasis Ekoteologi

Fakultas Ushuluddin UIN Bandung sepakat menjadikan ekoteologi sebagai basis kurikulum dan aksi. Prof. Wahyudin mengatakan bahwa agenda terdekat adalah fokus pada pemulihan musibah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kami menyepakati ide ekoteologi menjadi basis kurikulum dan aksi. Kita semua pasti dapat menemukan rumusan konkretnya, khas Fakultas Ushuluddin UIN Bandung tercinta,” kata Dekan

Ekoteologi diharapkan dapat menjadi landasan bagi Fakultas Ushuluddin UIN Bandung untuk mengembangkan kurikulum dan aksi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

Dengan fokus pada pemulihan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Fakultas Ushuluddin UIN Bandung berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan dan pengembangan daerah tersebut.

Dekan juga mengucapkan  “ Selaku pribadi dan atas nama Dekan, kami mengucapkan terima kasih dari lubuk hati terdalam. Alhamdulillah, berkat bantuan Bpk/Ibu semua, kegiatan Fordek berjalan lancar tanpa hambatan. Kita semua telah berusaha maksimal sebagai tuan rumah yang baik dan ramah. Tentu kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dari Bpk/Ibu semua. Oleh karena itu, sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas segala doa, kerja, dan kesungguhan Bpk/Ibu dan seluruh panitia. Kita terus jaga hubungan erat di antara kita untuk kemuliaan Fakultas Tercinta. Segala pikiran, keringat, dan tenaga Bpk/Ibu dan handai taulan semua yakin menjadi amal kebaikan yang tiada tara. Bersama kita menatap masa depan. Sekali lagi hatur nuhun untuk semua mulai dari jajaran Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Ketua Lab, Penjamin Mutu, Pengelola Perpustakaan, Teman-teman Tendik seluruhnya, Ketua dan teman-teman Panitia serta seluruh keluarga besar Fakultas Ushuluddin” ucapnya.

Luncurkan Resolusi Shakti 2025

Resolusi Shakti 2025 menetapkan delapan pilar aksi yang saling terkait:

  1. Reinterpretasi Teologis – Mendekonstruksi paradigma antroposentris dan mengembalikan pemahaman manusia sebagai khalifatullah fil ardh (pemelihara bumi).
  2. Transformasi Kurikulum – Mengubah kampus menjadi laboratorium hidup ekoteologi dan pusat pembelajaran Islam ramah lingkungan.
  3. Konsorsium Riset Interdisipliner – Menghasilkan solusi konkret dari tingkat lokal hingga nasional.
  4. Pendampingan Komunitas dan Filantropi Ekologis – Memberdayakan masyarakat melalui aksi nyata.
  5. Aliansi Lintas Sektor – Bersinergi dengan komunitas adat, organisasi lingkungan, seniman, aktivis, dan pemerintah.
  6. Ekonomi Regeneratif Berbasis Nilai Islam – Bertransisi dari model ekstraktif ke ekonomi berkeadilan ekologis.
  7. Platform Digital Terbuka – Membangun gerakan ekoteologi yang inklusif dan terakses luas.
  8. Kampanye Global – Memposisikan Indonesia sebagai teladan ekoteologi Islam dunia Respons Terhadap Darurat Ekologis*** Haryadi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top