Pojok Dekan

RAMADHAN DAN LIVING QUR’AN

GAIRAH membaca Alquran di bulan Ramadhan ini meningkat seiring dengan berbagai keutamaannya yang digembor-gemborkan para penceramah.Tidak ada bacaan paling sering dibaca di bulan suci ini yang melebihi Alquran. Bantuan teknologi...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

KORESPONDENSI DALAM PUBLIKASI ILMIAH

Publikasi ilmiah merupakan indikator kinerja utama akademisi. Publikasi ilmiah yang dimaksud di sini adalah, penerbitan paper hasil penelitian pada jurnal nasional atau internasional secara on-line atau berbasis OJS (open journal...

Arsip
artikel => aktivitas-dosen
Update : Rabu, 10-JUL-2013

Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag. merupakan Direktur dan Pemilik Lissensi “Brain Quantum Center” Perusahaan berlissensi Kehakiman, yang mengembangkan Metodologi Mutakhir untuk meng-Up Grade Siswa/Mahasiswa, Guru, Dosen, Karyawan, Politisi, dan Kaum Profesional berkarakter Trainer). 

 

Di kalangan akademisi, Guru Besar Tasawuf pertama di UIN SGD Bandung ini menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang... Selengkapnya...

Update : Rabu, 5-JUN-2013

PSK, seketika mungkin terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Pekerja Seks Komersial ini harus mengemban tuntutan pekerjaan disetiap malamnya, dengan melupakan apa yang disebut dengan moral. Tak perlu bermodal banyak, cukup dengan memberikan keiklasan melepas harga diri sebagai seorang wanita. “Kupu-kupu liar”, begitu mungkin orang menyebutnya. Mereka dipandang sebelah mata dan dianggap perempuan-perempuan liar yang disisihkan oleh masyarakat. 

 

Namun... Selengkapnya...

Update : Jumat, 19-APR-2013

Sebagian orang sengaja menolak Hadits karena dianggap rumit dan njelimet. Untuk mencari sebuah Hadits saja harus membuka kitab-kitab yang jumlahnya tidak sedikit. Belum lagi kitab-kitab itu ditulis oleh banyak orang sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan sangat besar.

Atas alasan itu sebagian kaum Muslim tidak mau menerima Hadits sebagai hujjah. Bahkan, mereka sengaja membuat metodologi sendiri dalam memahami dien Islam, yaitu hanya menginterpretasi al-Qur’an berdasar ... Selengkapnya...