Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Sejarah
Update: Sabtu, 12-OKT-2013

Secara historis, Fakultas Ushuluddin termasuk fakultas yang paling awal berdiri bersamaan dengan didirikannya UIN ( saat itu masih IAIN ) Sunan Gunung Djati Bandung, pada tahun 1968. Fakultas yang kini telah berusia 45 tahun ini, sepanjang sejarahnya telah telah dipimpin oleh figur-figur yang mumpuni di bidang keilmuan Islam.

 

Dekan Fakultas Ushuluddin yang pertama adalah Prof.K.H. Anwar Musaddad, mulai tahun 1968 hingga 1970. Saat itu beliau merangkap sebagai Rektor IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Setelah K.H. Anwar Musaddad, Dekan berikutnya adalah Drs. H. Farichin Khumaidi,MA (almarhum). Alumni Mc.Gill University Canada ini menjabat dekan selama dua periode (1971-1974 dan 1979-1982) berselang seling dengan Drs. H. Muhammad Chalil ( almarhum), yang juga menjabat Dekan Fakultas Ushuluddin dua periode (1975-1978 dan 1982-1985).

 

Nama keempat dalam sejarah Fakultas Ushuluddin adalah Drs. H. Ahmad Subandi. Beliau menjabat selama dua periode, tahun 1986 hingga1994. Selanjutnya adalah Prof.Dr.H. Dadang Kahmad, M.Si. Beliau menjabat selama dua periode dari tahun 1995 hingga 2004.

 

Penerusnya adalah Prof. Dr.H. Abdul Rozak, M.Ag. Beliau menjabat selama satu periode (2004-2007). Kemudian, periode tahun 2007-2011, Fakultas Ushuluddin dipimpin oleh Prof. Dr.H. Muhtar Solihin,M.Ag.

 

Semenjak tahun 2011, kepemimpinan di Fakultas Ushuluddin dilanjutkan oleh Prof.Dr.H. Rosihon Anwar, M.Ag. Estapeta kepemimpinan tersebut adalah buah kaderisasi dan tentu saja, untuk kemajuan di masa mendatang, harus disiapkan para pemimpin Fakultas Ushuluddin yang selalu siap menghadapi tantangan zamannya.

 

Di era kepemimpinan Prof.Dr.H. Rosihon Anwar, M.Ag, disusun Rencana Strategis Fakultas Ushuluddin 2011-2015 yang diorientasikan kepada penguatan ke dalam dan ke luar. Penguatan yang pertama diorientasikan kepada penggodogan mahasiswa sehingga benar-benar siap untuk diserap stake holder yang ada. Ini berarti pembenahan terhadap kurikulum, kinerja dosen, dan kinerja tata usaha berbasis pelayanan yang paripurna terhadap mahasiswa. Pada tataran ini pula, penciptaan iklim akademis yang kondusif mutlak diperlukan. Maka, sarana-sarana penunjang untuk itu semua tidak boleh diabaikan.

 

Adapun penguatan kedua diorientasikan kepada penciptaan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya tidak semata-mata mencari jalan pembukan bagi penyerapan lulusan, tetapi juga sebagai show of identity. Kerja sama dipandang sebagai solusi paling tepat, dan dalam konteks lokal maupun nasional, berbagai peluang untuk kerja sama ini sangat terbuka.

 

Ada satu jargon yang perlu diusung untuk menjadi gerbong rencana strategis di atas, yaitu “Fakultas Ushuluddin yang layak bersanding dan laik bertanding”. Jargon ini memunculkan tekad kuat untuk menjadikan Fakultas Ushuluddin sebagai fakultas yang dapat disandingkan dengan fakultas-fakultas yang ada, dan pada saat yang bersamaan bisa bertanding dengan fakultas-fakultas yang ada. Bersanding dan bertanding ada dua hal yang menjadi platform fakultas Ushuluddin ke depan.[]