Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Program Studi
Update: Kamis, 12-APR-2012

Jurusan Ilmu al-Qur'an dan Tafsir/Tafsir Hadits

Dr. Ali Masrur, M.Ag. (Ketua) dan  Dr.  Izzah Faizah Siti Rusydati KH, M.Ag (Sekretaris)

Tafsir dan Hadits merupakan basis pengembangan ilmu keislaman. Mahasiswanya didorong untuk memiliki apresiasi intelektual terhadap Al-Qur’an dan Al-Sunnah yang ditopang dengan metodologi yang tepat. Jurusan ini menjadi rujukan utama dalam menyusun metode penafsiran yang mengimbangi kebutuhan zaman, tentu saja dengan pendekatan yang komprehensif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari Ulumul Quran, Ulumul Hadits, Musthalah Hadits, atau tidak hanya mengkaji tafsir klasik (Jalalayn, Ibn Katsir, Qurtubi, dan seterusnya), tetapi juga mempelajari tafsir kontemporer seperti hermeneutika, semiotika dan semantik. Dari jurusan ini diharapkan terlahir sarjana yang ahli dalam kajian Al-Qur’an dan Hadits.

 

Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam

Muhlas, M.Hum (Ketua) dan Iu Rusliana, M.Ag (Sekretaris)

Jurusan Aqidah Filsafat menentukan dinamika keilmuan Islam. Belajar di jurusan ini mahasiswa diharapkan memiliki sikap kritis  terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan di masyarakat. Jurusan ini berhubungan sinergis dengan kajian Tafsir Hadits, sehingga pemikiran filosofis yang dikembangkan memiliki dasar dari sumber aqidah Islam (Al-Qur’an dan Al-Sunnah). Di dalamnya diajarkan filsafat dan aqidah Islam secara komprehensif. Mahasiswa mengkaji khazanah pemikiran Islam seperti pemikiran al-Ghazali, Ibnu Sina, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, Syuhrawardi, Mulla Sadra, Muhammad Iqbal, dan lainnya. Selain itu mereka mengkaji khazanah pemikiran filsafat Barat sebagai metode bandingan. Budaya kritis yang dikembangkan tetap dalam koridor menjaga kemurnian Aqidah Islam. Dari jurusan ini diharapkan  lahir sarjana yang bertanggungjawab terhadap keterpeliharaan aqidah Islam di tengah tantangan maraknya ideologi sekuler. Juga diharapkan lahir sarjana yang mampu merekonstruksi pemikiran Islam yang aktual bagi zamannya.

 

 

Jurusan Studi Agama-Agama

Dr. Deni Miharja, M.Ag (Ketua) dan R Roro Sri Rejeki, M.A. (Sekretaris)

Jurusan ini didasarkan pada realitas dunia yang multi agama, yang karenanya dibutuhkan pemahaman terhadap ajaran agama masing-masing dengan kesadaran kebersamaan dalam perbedaan. Sebagai agama besar dunia, Islam bertanggungjawab menampilkan Islam yang rahmatan lil alamin. Jurusan ini menekankan penelitian dan pemahaman pemikiran keberagamaan secara kolektif. Penyajian materi kuliah didekati secara holistik dan kritis.  Jurusan ini memberikan wawasaan holistik mengenai agama, cara beragama, membangunan sikap toleran,  membantu mahasiswanya mencapai keimanan yang saleh  dan sebagai penyebar aktif  kedamaian.

 

 

Jurusan Tasawuf Psikoterapi

Drs. H. Hasan Mud’is, M.Ag (Ketua) Drs. Muhtar Gojali, M.Ag (Sekretaris)

Jurusan ini mengkaji masalah mental spiritual. Kajian ini menjadi penting di tengah mewabahnya pengaruh budaya konsumerisme dan hedonisme yang sering menjerumuskan manusia pada keterasingan hidup, cenderung menjadi hollow-man (manusia hampa). Kondisi ini sering diobati melalui pendekatan psikologi sekuler, yang akibatnya tidak mampu mengembalikan jati diri manusia. Untuk itu dibutuhkan pendekatan gabungan antara psikoterapi (dari Barat) dengan tasawuf  terapan (dari dunia Islam). Jurusan ini didasarkan asumsi bahwa pemahaman kejiwaan yang melibatkan aspek agama sangat menentukan kesuksesan pengobatan penyakit mental. Jurusan ini mengkaji pengetahuan psikologi daan terapi, serta sejumlah Ilmu Tasawuf untuk kepentingan terapi. Dari sini terlahir sarjana yang menguasai ilmu-ilmu teoritis dengan kemampuan praktis dalam memberikan terapi bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

 

Jurusan Ilmu Hadits


Dr. H. Mujio Nurholis, M.Ag (Ketua) Dr. H. Agus Suyadi Raharusun, L.c., M.Ag (Sekretaris)

Tafsir dan Hadits merupakan basis pengembangan ilmu keislaman. Mahasiswanya didorong untuk memiliki apresiasi intelektual terhadap Al-Qur’an dan Al-Sunnah yang ditopang dengan metodologi yang tepat. Jurusan ini menjadi rujukan utama dalam menyusun metode penafsiran yang mengimbangi kebutuhan zaman, tentu saja dengan pendekatan yang komprehensif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari Ulumul Quran, Ulumul Hadits, Musthalah Hadits, atau tidak hanya mengkaji tafsir klasik (Jalalayn, Ibn Katsir, Qurtubi, dan seterusnya), tetapi juga mempelajari tafsir kontemporer seperti hermeneutika, semiotika dan semantik. Dari jurusan ini diharapkan terlahir sarjana yang ahli dalam kajian Al-Qur’an dan Hadits.