Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Belajar Menterapi
Update: Rabu, 27-AGS-2014

Di akhir perkuliahan  semester genap tahun ajaran 2013/2014, mahasiswa Tasawuf Psikoterapi (TP) semester empat (4) Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, melakukan kunjungan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Bandung (KAKB), di Jl. dr. Sukimin no. 8 Bandung, Selasa (03/04). Dalam kunjungannya, para mahasiswa didampingi langsung oleh dosen pengampu Mata Kuliah Psikoterapi I, Yulianti, S.Psi. I, M. Pd.

Sekitar 70 mahasiswa dari tiga kelas A, B dan C mengikuti kunjungan tersebut. Kehadiran mahasiswa dan dosen disambut baik oleh pihak Yayasan. Penderita kanker di Yayasan ini terdiri dari anak usia TK dan SD. Ina, Ketua Yayasan KAKB mengungkapkan kebahagiaannya atas kunjungan yang dilakukan oleh para mahasiswa. Baginya, adanya kunjungan dari para mahasiswa setidaknya bisa memberikan motivasi bagi anak-anak penderita kanker yang ada di Yayasan tersebut. “ Sangat bahagia tentunya. Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa bisa memberikan motivasi bagi anak-anak yang ada disini,” tegasnya saat menyambut kedatangan rombongan.

Selain itu, Ina berharap dari sekian banyak mahasiswa yang hadir, ada mahasiswa yang nantinya bisa mengabdi di Yayasan yang diketuainya itu. Menurutnya, sangat diperlukan mahasiswa yang siap terjun langsung mengabdi kepada masyarakat. “Mudah-mudahan dari sekian banyak mahasiswa ini ada yang mengabdi di Yayasan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Yulianti menjelaskan, tujuan diadakannya kunjungan tersebut agar mahasiswa lebih peka dan tahu kondisi di lapangan yang sebenarnya. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih memahami teori-teori yang sudah di dapat di perkuliahan dan nantinya bisa diaplikasikan langsung di masyarakat. Menurutnya, sebagai calon konselor dan terapis, mahasiswa harus siap terjuan di lapangan dan mengabdi kepada masyarakat. “ Kunjungan kali ini dimaksudkan untuk mengajak mahasiswa lebih peka dan tahu tentang kondisi di lapangan yang sebenarnya. Sehingga teori dan tekhnik terapi yang didapat di perkuliahan bisa diaplikasikan di masyarakat,” tegasnya.

Bukan hanya itu, Yulianti mengajak mahasiswa agar mencontoh Ibu Ina. Baginya, Ibu Ina adalah contoh nyata seorang konselor dan terapis sejati yang mengabdi dengan sepenuh hati, dan melayani sepenuh jiwa. Dia pun berharap, mahasiswa nantinya mampu mengabdi dengan sepenuh hati, karena tugas konselor dan terapis adalah melayani dan mengabdi pada masyarakat. “ Bu Ina adalah contoh konselor dan terapis sejati yang mengabdi sepenuh hati dan melayani sepenuh jiwa,” pungkasnya.

Bagi mahasiswa, kegiatan seperti ini sangatlah menarik. Selain menambah wawasan yang tidak bisa didapat di bangku kuliah, juga bisa menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Rifki Muhammad misalnya, mahasiswa TP kelas 4 A ini sangat menikmati kunjungan kali ini. Baginya, kegiatan seperti ini sangatlah bermanfaat, karena bisa belajar langsung di dunia nyata. “Sangat menarik dan sangat bermanfaat, karena bisa belajar langsung di dunia nyata,” pungkasnya. [Agus]