Pojok Dekan

RAMADHAN DAN LIVING QUR’AN

GAIRAH membaca Alquran di bulan Ramadhan ini meningkat seiring dengan berbagai keutamaannya yang digembor-gemborkan para penceramah.Tidak ada bacaan paling sering dibaca di bulan suci ini yang melebihi Alquran. Bantuan teknologi...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

HARMONI KEBINEKAAN

Apabila bangsa ini tidak mampu mengelola kebhinnekaan dan membiarkan makin melebarnya keadilan sosial ekonomi, bukan tidak mungkin negara bernama Indonesia akan bubar di 2030. Sumbu ledaknya ada pada isu Suku, Agama, Ras dan Antar...

Arsip

Selly Soraya T.S : Konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai Terapi Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin
Update: Selasa, 13-MEI-2014

       Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, umat manusia secara beramai-ramai memburu kemewahan hidup. Tekanan di kehidupan metropolitan mengakibatkan kekosongan hati dan jiwanya. Orang yang kurang imannya akan terkena stres hingga menjadi distres saat hal yang tidak diharapkannya terjadi. Psikoterapi konvensional mengasumsikan bahwa manusia tidak lebih dari tubuh tidak menyentuh aspek hati yang merupakan tempat pemenuhan kebutuhan spiritual padahal manusia sangat membutuhkan itu. Kekurang mampuan dalam menjawab persoalan hidup inilah yang menyebabkan perlunya akan metode pengembangan pribadi bersifat holistik religius, demi melahirkan sosok pribadi humanis yang sufistik. Psikoterapi Holistik Islami (PHI) yang digagas oleh Ibin Kutibin Tadjudin diciptakan sendiri berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun dalam menangani pasien gangguan jiwa. Dari pengalaman itu disorot, dihubungkan dan dinterpretasi dengan sejumlah nash-nya yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadis. Ciri khas dari terapi ini adalah Dienul Therapi Holistik yang merupakan tambahan terapi, membuat PHI menjadi menyeluruh (holistik).       Berdasarkan pada alasan di atas, penulis menetapkan untuk meneliti objek penelitian ini dengan judul “Konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai Terapi Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin”

 

       Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin dan mengetahui konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai Terapi Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin.

 

         Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka mengingat objek studi beserta sifat masalah dan fenomena yang dikaji untuk menarik kesimpulan dari masalah yang penulis analisis, maka penulis akan melakukan library research, yaitu suatu bentuk penelitian kepustakaaan murni.

 

        Dari pembahasan yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan Konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai terapi gangguan jiwa menurut dr.H. Ibin Kutibin Tadjudin sebagai berikut:

       Gangguan jiwa adalah psikis yang tidak seimbang akibatv peningkatan jumlah dan kinerja neurotransmitter akibar stressor yang cukup kuat atau berlangsung lama, kinerja mekanisme pertahanan mental pun ikut peningkat dan berubah menjadi sejenis jiwa otonom (jiwa diluar alam sadar) saat jiwa otonom ini bereaksi berlebihan, jiwa sadar tidak mampu mengatur kesimbangan psikis, pada saat inilah terjadi gangguan jiwa. 

 

Psikoterapi Holistik Islami (PHI) adalah pengobatan yang membangkitkan penderita dari keterpurukan karena gangguan jiwa yang diderita, agar bangkit melaksanakan amal shaleh sesuai yang disampaikan oleh ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits Nabi Saw, lebih baik hasilnya daripada psikoterapi konvensional. Memiliki beberapa konsep yaitu: Psikoterapi Holistik Islami, Materi Psikoterapi Holistik Islami, Pemeriksaan Pasien, Pelaksanaan Psikoterapi Holistik Islami, Indikasi Keberhasilan Psikoterapi Holistik Islam dan ditambah dengan tata cara Dienul Terapi Holistik.