Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Selly Soraya T.S : Konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai Terapi Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin
Update: Selasa, 13-MEI-2014

       Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, umat manusia secara beramai-ramai memburu kemewahan hidup. Tekanan di kehidupan metropolitan mengakibatkan kekosongan hati dan jiwanya. Orang yang kurang imannya akan terkena stres hingga menjadi distres saat hal yang tidak diharapkannya terjadi. Psikoterapi konvensional mengasumsikan bahwa manusia tidak lebih dari tubuh tidak menyentuh aspek hati yang merupakan tempat pemenuhan kebutuhan spiritual padahal manusia sangat membutuhkan itu. Kekurang mampuan dalam menjawab persoalan hidup inilah yang menyebabkan perlunya akan metode pengembangan pribadi bersifat holistik religius, demi melahirkan sosok pribadi humanis yang sufistik. Psikoterapi Holistik Islami (PHI) yang digagas oleh Ibin Kutibin Tadjudin diciptakan sendiri berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun dalam menangani pasien gangguan jiwa. Dari pengalaman itu disorot, dihubungkan dan dinterpretasi dengan sejumlah nash-nya yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadis. Ciri khas dari terapi ini adalah Dienul Therapi Holistik yang merupakan tambahan terapi, membuat PHI menjadi menyeluruh (holistik).       Berdasarkan pada alasan di atas, penulis menetapkan untuk meneliti objek penelitian ini dengan judul “Konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai Terapi Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin”

 

       Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin dan mengetahui konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai Terapi Gangguan Jiwa menurut Ibin Kutibin Tadjudin.

 

         Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka mengingat objek studi beserta sifat masalah dan fenomena yang dikaji untuk menarik kesimpulan dari masalah yang penulis analisis, maka penulis akan melakukan library research, yaitu suatu bentuk penelitian kepustakaaan murni.

 

        Dari pembahasan yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan Konsep Psikoterapi Holistik Islami sebagai terapi gangguan jiwa menurut dr.H. Ibin Kutibin Tadjudin sebagai berikut:

       Gangguan jiwa adalah psikis yang tidak seimbang akibatv peningkatan jumlah dan kinerja neurotransmitter akibar stressor yang cukup kuat atau berlangsung lama, kinerja mekanisme pertahanan mental pun ikut peningkat dan berubah menjadi sejenis jiwa otonom (jiwa diluar alam sadar) saat jiwa otonom ini bereaksi berlebihan, jiwa sadar tidak mampu mengatur kesimbangan psikis, pada saat inilah terjadi gangguan jiwa. 

 

Psikoterapi Holistik Islami (PHI) adalah pengobatan yang membangkitkan penderita dari keterpurukan karena gangguan jiwa yang diderita, agar bangkit melaksanakan amal shaleh sesuai yang disampaikan oleh ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits Nabi Saw, lebih baik hasilnya daripada psikoterapi konvensional. Memiliki beberapa konsep yaitu: Psikoterapi Holistik Islami, Materi Psikoterapi Holistik Islami, Pemeriksaan Pasien, Pelaksanaan Psikoterapi Holistik Islami, Indikasi Keberhasilan Psikoterapi Holistik Islam dan ditambah dengan tata cara Dienul Terapi Holistik.