Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Meta Malihatul Maslahat: Abnormalitas Jiwa dan Terapinya Menurut Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyyah (Studi Analisis Kitab Ighātsah al-Lahfan min Mashāyid al-Syaithān
Update: Selasa, 20-MEI-2014

Berbagai penelitian mengenai konsep abnormalitas/ gangguan kejiwaan telah banyak dilakukan oleh beberapa tokoh psikologi klinis. Gangguan kejiwaan tersebut diantaranya adalah stress, depresi, neurotik, psikotik, kecemasan, phobia, skizofrenia dan lainnya. Di dalam Islam, konsep mengenai abnormalitas kejiwaan sesungguhnya sudah ada jauh sebelum psikologi klinis itu datang, namun belum banyak para psikolog muslim membuat dan merumuskannya menjadi suatu disiplin ilmu yang baku seperti psikologi klinis. Beberapa tokoh psikolog Islam yang mengkaji mengenai ilmu psikologi salah satunya adalah Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan mengenai konsep dan teori mengenai tingkah laku, faktor penyebab dan terapinya.  Cendikiawan Muslim ini memiliki banyak karya, sebagian karyanya berbicara tentang akhlak, moral dan penyucian jiwa. Oleh karena itulah, ulama ini sering disebut sebagai “spesialis penyakit hati (the scholar of the heart).” Salah satu karyanya yang menjadi bahan penelitian  oleh penulis yaitu Ighātsah al-Lahfan min Mashāyid al-Syaithān dimana pembahasannya mengenai abnormlaitas jiwa dan terapinya ia jelaskan secara holistik dipandang dari sudut Islam.


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hakikat abnormalitas jiwa dan terapinya menurut Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya “Ighātsah al-Lahfan min Mashāyid al-Syaithān.”
Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis) kitab yang kemudian disajikan dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dalam rangka mencari hakikat abnormalitas jiwa dan terapinya menurut Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah.


Hasil penelitian ini membuktikan bahwa menurut Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah abnormalitas jiwa yang terjadi pada seseorang terjadi karena pengaruh nafsu (internal) dan adanya godaan dari syaithan (eksternal). Beberapa abnormalitas jiwa menurutnya yaitu syubhat, syahwat, kebodohan, dosa besar seperti kufur, sesat, zina dan lainnya serta berbagai macam emosi negatif (sombong, ragu, iri/ dengki, bohong, marah, cemburu, khawatir, buruk sangka, takut, ragu, bimbang dan lainnya). Oleh karena itu, orang yang mengalami abnormalitas jiwa membutuhkan terapi untuk penyembuhannya yaitu dengan cara melewati beberapa etape/ persinggahan dalam proses terapi, diantaranya: yaqzah, al-azm, al-fikrah, al-bashirah, taubat, muroqobah, muhasabah, dan mujahadah (terapi abnormalitas jiwa karena pengaruh nafsu); terapi doa dan al-Qur’an (terapi abnormalitas jiwa karena pengaruh godaan syaithan).