Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Agus Bahtiar, Pengobatan Penyakit Psikis melalui Terapi Keagamaan (Studi Kasusu Pengobatan Penyakit Psikis oleh K.H. Syafe'i di Desa Banyuresmi Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Dati II Garut).
Update: Kamis, 18-JUL-2013

Dalam menghadapi hidupnya, manusia senantiasa - dihadapkan pada berbagai permasalahan, mulai dari permasalahan fisik sampai menjurus pada permasalahan psikis, seperti munculnya kecemasan, pertentangan bathin, dan stess yang berkepanjangan. Adanya berbagai permasalahan psikis tersebut memungkinkan manusia untuk mampu mengatasinya. Dan untuk itu disepakati, bahwa pembinaan ajaran agama merupakan media yang paling ampuh untuk mengatasi penyakit penyakit psikis tersebut. Hanya masalahnya, bagaimana sebenarnya pengobatan penyakit psikis melalui terapi keagamaan yang dilakukan oleh K.H. Syafe'i di kalangan, pasiennya ?

Melalui penelitian ini penulis bertujuan untuk mengungkap tentang faktor pendorong pasien penderita penyakit psikis untuk datang berohat pada K.H. Syafe'i, daya tarik yang dimiliki oleh K.II. Syafe'i dalam melakukan pengobatan penyakit psikis melalui terapi keagamaan, clan pelalcsanaan pengobatannya.

Permasalahan di atas diangkat berdasarkan asumsi teoritilc yang menyatakan bahwa agama merlipalcan pedoman dan penuntun kehidupan manusia, memberilcan pertolongan dalam menghadapi kesukaran, dan maiiipu memberikan ketentraman bathin. Ini berarti, secara fungsionalitas agama berperan bagi pembinaan kesehatan jiwa manusia. Sebab bagi jiwa yang sedang gelisah, agama akan mampu memberikan jalan dan siraman penenang hati (Q:S. Al-Ra'du ayat 28).

Secara tunum penelitian ini didasarkan atas penggunaan metode deskriptif, karena metode ini dianggap mampu untuk mengungkapkan dan menganalisis fenomena empirik yang terjadi pada masa sekarang. Sampelnya terdiri dari K.H. Syafe'i sebagai pengobat (terapist) penyakit psikis, dan sejumlah pasien penderita per.yakit psikis yang datang berobat kepadanya. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi dan wawancara. Sementara analisis datanya dilakukan dengan .nenggunakan pendekatan kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa faktor pendorong pasien penderita gangguan jiwa untuk datang berobat kepada K.H. Syafe'i oleh karena adanya unsur sugesti, biaya berobat relatif murah., berobat ke rumah sakit belum kunjung sembuh, danpengalaman keagamaan pasien yang relatif masih rendah. Adapun daya tarik K.H. Syafe'i adalah kepercayaan/keyakinun untuk sembuh, banayk contoh pasien telah sembuh, dan sosok K.H. Syafe'i yang berlaku arif dan bijaksana. Sedang pelaksanaannya, secara umum penyembuhan terhadap para pasien penderita gangguan jiwa (penyakit psikis) adalah melalui amaliyah dzikir dan do'a.