Pojok Dekan

RAMADHAN DAN LIVING QUR’AN

Gairah membaca Alquran di bulan Ramadhan ini meningkat seiring dengan berbagai keutamaannya yang digembor-gemborkan para penceramah.Tidak ada bacaan paling sering dibaca di bulan suci ini yang melebihi Alquran. Bantuan teknologi medsos...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi Drs. H.O. Djauharudin AR (1933-1995).

Ilmu Harus Membentuk Akhlaq

“….pengamalan ilmu pengetahuan yang diperoleh para mahasiswa harus dapat membentuk watak/karakter mahasiswa. Watak dan karakter itu...

Arsip
Aktivitas Dosen

HARMONI KEBINEKAAN

Apabila bangsa ini tidak mampu mengelola kebhinnekaan dan membiarkan makin melebarnya keadilan sosial ekonomi, bukan tidak mungkin negara bernama Indonesia akan bubar di 2030. Sumbu ledaknya ada pada isu Suku, Agama, Ras dan Antar...

Arsip

PINDAH KE UIN JAKARTA PERPISAHAN DR.ERBA ROZALINA, MA BERLANGSUNG HARU
Update: Kamis, 11-APR-2019

USHULUDDIN NEWS - Jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung kehilangan salah satu dosen andal yang sudah mengabdi sejak 1998. Dia adalah DR Erba Rozalina Yulianti, M.Ag yang terhitung sejak bulan Maret lalu resmi pindah tugas ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

 

Kemarin, Rabu 10 Maret 2019 bersama Dekan Fakultas Ushuluddin Prof.DR.H Rosihon Anwar, MA dan jajarannya, Wakil Rektor III. Prof DR H Muhtar Solihin, dan sejumlah mahasiswa DR.Hj. Erba bersama keluarga menggelar acara perpisahan di Rumah Makan Ponyo Jl,Raya Cinunuk Kabupaten Bandung. Dalam sambutannya, Prof Rosihon mengatakan kepindahan DR Erba merupakan kehilangan besar bagi Fakultas Ushuluddin terutama Jurusan Tasawuf Psikoterapi.

 

Menurut Dekan yang kini merupakan calon kuat Rektor UIN Bandung periode 2019-2023 itu, sebenarnya DR Erba sudah sejak lama mengajukan pindah tugas. Namun permohonan perempuan kelahiran Kepulauan Riau itu selalu dia tolak. "Saya yakin Ibu Erba juga sangat mengerti alasan penolakan saya. Tanpa bermaksud memuji, selama bertugas sebagai dosen di jurusan Tasawuf Psikoterapi Ibu Erba senantiasa mengajar. Saya tahu Ibu Erba harus bolak balik dari rumahnya di Bekasi ke Bandung untuk mengajar, tapi dia konsisten, tidak pernah tidak mengajar," ujar Rosihon. 

 

Lebih Jauh Rosihon mengatakan, karena dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam mengajar dan membimbing mahasiswa yang ditunjukan DR Erba itulah permohonan pindahnya yang dajukan sekitar tiga tahun lalu sempat dia tolak. "Dalam benak saya, Ibu Erba harus dipertahankan demi kemajuan Fakultas Ushuluddin umumnya, khususnya jurusan Tasawuf Psikoterapi," katanya. 

 

Namun demikian, Rosihon mengaku luluh juga dan akhirnya mengabulkan permohonan pindah tugas yang diajukan Erba. Rumah tinggal yang cukup jauh dan pengabdian yang sudah lebih dari 20 tahun serta dedikasi tinggi yang ditunjukan Erba menjadi pertimbangannya.

 

"Akhirnya, kita tiba pada hari di mana kita semua di Ushuluddin akan melepas kepindahan Ibu Erba. Saya berharap hubungan silaturahmi kita tetap terjalin, dan Ibu Erba bisa lebih sukses di Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta," ujar Rosihon.

 

Sementara itu, Erba dalam pidato perpisahan yang berlangsung haru itu mengenang awal kedatangannya ke UIN Bandung sekitar tahun 1998. Dia mengaku terkesan dengan sambutan civitas akademika fakultas Ushuluddin. "Saya disambut baik di UIN Bandung khususnya di Fakultas Ushuluddin. Awalnya saya merasa sendiri tapi setelah bertemu dengan orang-orang di fakultas ini saya merasa memiliki keluarga baru," kenangnya.

 

"Saya ingat, waktu datang ke Bandung tak punya siapa-siapa. Tapi saya diterima dan disambut baik oleh rekan sesama dosen di sini. Harus berpisah tentu saja berat, tapi kita hanya terpisah jarak dan waktu. Insyaallah ikatan tali silaturahmi kita tidak akan pernah putus, terima kasih semuanya" timpal Erba dalam suasana haru.(nurholis)