Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Pengembangan Potensi Mahasiswa melalui Brain Managemen
Update: Kamis, 15-JUN-2017

Pada 13 Juni 2017, Jurusan Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan acara Workshop Skill yang diikuti sebanyak kurang lebih 100 peserta dari semester dua, empat dan enam bertujuan untuk mengasah potensi mahasiswa Studi Agama-Agama. Dalam kegiatan tersebut lebih menitik beratkan kepada motivasi Brain Management. 

 

Narasumber kegiatan ini adalah Alumni jurusan Studi-Agama-Agama sekaligus motivator Nasional yaitu Rudiana. Motivasi yang disampaikan dengan tema Brain Management dilakukan untuk merubah pola pikir mahasiswa Studi Agama-Agama tentang prospek ke depan atau kesuksesan setelah lulus dari jurusan ini. Rudiana sebagai motivator dan pemateri Brain Management. “Tidak perlu anda lulusan mana, jurusan mana, yang terpenting anda mampu menciptakan gagasan dan karya, dan dapat dilihat dari kisah Thomas J. Stanley yang merupakan presidennya para direktur di dunia, untuk menjadi orang sukses ternyata terdapat beberapa poin yang harus dilaksanakan. Diantaranya; the dream, jujur, disiplin, rajin menjalin silaturahmi, punya pasangan yang mendukung, bekerja lebih smart, mencintai profesinya, dan punya jiwa kepemimpinan”, tegasnya. 

 

Deni Miharja yang merupakan ketua jurusan Studi Agama-Agama sangat bangga akan kehadiran alumni yang telah sukses seperti Rustandi ini. “Motivator tekenal di Indonesia Rudiana merupakan alumni mahasiswa Perbandingan Agama (Studi Agama-Agama). Namun, ia telah berkiprah di bidang trainer dan motivator bahkan telah menerbitkan banyak karya tulis yang telah tersebar di beberapa toko buku ternama dan juga bahwa mahasiswa Studi Agama-Agama dapat mencontoh dari kesuksesan Rudiana karena peluang jurusan kita tidak sempit, namun luas karena banyak alumni-alumni yang berkiprah dibanyak bidang seperti: motivator, dosen, guru, kepala kementrian agama, kepala KUA, pengusaha, camat, lurah, dan lain-lain”,  ucapnya.

 

Faizal Muadz, salah satu mahasiswa jurusan Studi Agama-Agama semester enam yang mengikuti kegiatan tersebut merasakan pencerahan tentang prospek ke depannya karena dirinya merasa bahwa sebelum mengikuti acara tersebut masih memiliki kebingungan ketika lulus. “Jadi acara tersebut telah memberikan gambaran bahwa saya dapat merealisasikan kembali visi-misi saya kedepannya yang sempat terhambat oleh jurusan yang dipilih”, Katanya dengan tegas. 

 

Selain dari faizal, Robiatul Adawiyah merasa senang dengan adanya acara workshop pengembangan potensi mahasiswa ini. “Karena didalamnya kita dapat mengetahui bagaimana cara mengecek persentasi plagiat dalam tulisan kita terutama nanti ketika menulis proposal jadi sangat terbantu dan juga motivasi yang diberikan dari kang Rusdiana ngena banget untuk prospek kedepan karena penyampainya dengan menarik”, ucapnya. Kegitan ini merupakan kegiatan penuh manfaat bagi pengembangan potensi mahasiswa jurusan studi agama-agama yang sedang dalam menyelesaikan syarat penyusunan proposal skripsi yang nantinya akan dicek seberapa banyak kalimat plagiat dan kebingungan karena prospek jurusan dapat kembali tercerahkan.

 

Setelah acara workshop tersebut selesai, dilanjutkan dengan acara buka bersama mahasiswa Studi Agama-Agama, ketua jurusan, sekertaris jurusan, dan para pemateri. Syarifuddin selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Studi Agama-agama, merasa senang dan bahagia dengan diadakannya acara ini. “selain menambah ilmu, bertambah pula rasa solidaritas dan kebersamaan jurusan Studi Agama-Agama di setiap angkatannya”. Tegasnya..**RM