Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

HMJ FA ADAKAN BEDAH BUKU JALAN HIDUP SUNAN GUNUNG JATI
Update: Senin, 1-FEB-2016

Himpunan Mahasiswa Jurusan Filsafat Agama (HMJ-FA) mengadakan acara bedah buku  Jalan Hidup Sunan Gunung Jati di aula Fakultas Ushuluddin (11/12/2015). Buku tersebut merupakan karya dari  Dr. KH. Eman Suryaman serta merupakan  serta diadaptasi dari disertasainya di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada.

Dalam sambutannya pada acara pembukaaan , Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, Mag.  memberikan apresiasi yang tinggi terhadap bedah buku itu. Dekan juga menyampaikan bahwa di PT yang mengambil nama Sunan Gunung Jati,  acara bedah buku yang mengupas tentang biografi serta ajaran Sunan Gunung Jati adalah sesuatu yang baru pertama kali dilaksanakan. Secara sepintas, Dekan juga menyampaikan kisah hidup Sunan Gunung Jati dalam kaitan dengan pernikahannya dengan Putri Ong Tien dari China.

Acara yang dipandu oleh moderator Dodo Widarda itu dihadiri oleh sekitar 150 orang peserta, baik dari kalangan dosen UIN lintas fakultas, mahasiswa-mahasiswi serta tamu undangan baik dari kampus maupun luar kampus. Semua tampak antusisias untuk menyimak apa yang disampai oleh pemateri yang terdiri dari Dr. KH. Eman Suryaman dari PBNU, Prof. Dr. Mukhtar Solihin, M.Ag. selaku Pembantu Rektor 3 UIN Sunan Gunung Jati serta Dr. H. Asep Solahudin selaku intelektual sekaligus kolumnis ternama.

Dr. KH. Eman Suryaman, MM dalam pemaparannya tentang buku itu menyatakan bahwa Jalan Hidup Sunan Gunung Jati sebagai disertasi di Universitas Gajah Mada. Kang Eman, demikian ia akrab dipanggil kemudian mengungkapkan ketinggian kedudukan Sunan Gunung Jati karena memegang dua otoritas sekaligus yaitu sebagai pemimpin agama dan juga pemimpin pemerintahan. Dari sisi peran kerohaniaan bahwa Sunan merupakaan Quthb atau pemimpin para wali di Tanah Jawa. Padahal usianya tergolong paling muda.

Bagi Prof. Dr. Mukhtar Solihin M.Ag, tingginya kedudukan Sunan Gunung Jati malah menginspirasinya secara lebih jauh untuk mengkaji pemikiran Sunan dari sisi disiplin ilmu politik Islam. Satu kekurangan dari buku Kang Eman ini karena tidak menyertakan analisis tasawuf. Tapi bagi Dr. H. Asep Solahudin, hal itu bukan kekurangan, melainkan mesti menantang akademisi yang lain, untuk membuat kajian serta karya yang lebih banyak lagi tentang Sunan Gunung Jati.[]Busro


    HMJ FA ADAKAN BEDAH BUKU JALAN HIDUP SUNAN GUNUNG JATI
    Update: Selasa, 2-FEB-2016

    Himpunan Mahasiswa Jurusan Filsafat Agama (HMJ-FA) mengadakan acara bedah buku  Jalan Hidup Sunan Gunung Jati di aula Fakultas Ushuluddin (11/12/2015). Buku tersebut merupakan karya dari  Dr. KH. Eman Suryaman serta merupakan  serta diadaptasi dari disertasainya di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada.

    Dalam sambutannya pada acara pembukaaan , Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, Mag.  memberikan apresiasi yang tinggi terhadap bedah buku itu. Dekan juga menyampaikan bahwa di PT yang mengambil nama Sunan Gunung Jati,  acara bedah buku yang mengupas tentang biografi serta ajaran Sunan Gunung Jati adalah sesuatu yang baru pertama kali dilaksanakan. Secara sepintas, Dekan juga menyampaikan kisah hidup Sunan Gunung Jati dalam kaitan dengan pernikahannya dengan Putri Ong Tien dari China.

    Acara yang dipandu oleh moderator Dodo Widarda itu dihadiri oleh sekitar 150 orang peserta, baik dari kalangan dosen UIN lintas fakultas, mahasiswa-mahasiswi serta tamu undangan baik dari kampus maupun luar kampus. Semua tampak antusisias untuk menyimak apa yang disampai oleh pemateri yang terdiri dari Dr. KH. Eman Suryaman dari PBNU, Prof. Dr. Mukhtar Solihin, M.Ag. selaku Pembantu Rektor 3 UIN Sunan Gunung Jati serta Dr. H. Asep Solahudin selaku intelektual sekaligus kolumnis ternama.

    Dr. KH. Eman Suryaman, MM dalam pemaparannya tentang buku itu menyatakan bahwa Jalan Hidup Sunan Gunung Jati sebagai disertasi di Universitas Gajah Mada. Kang Eman, demikian ia akrab dipanggil kemudian mengungkapkan ketinggian kedudukan Sunan Gunung Jati karena memegang dua otoritas sekaligus yaitu sebagai pemimpin agama dan juga pemimpin pemerintahan. Dari sisi peran kerohaniaan bahwa Sunan merupakaan Quthb atau pemimpin para wali di Tanah Jawa. Padahal usianya tergolong paling muda.

    Bagi Prof. Dr. Mukhtar Solihin M.Ag, tingginya kedudukan Sunan Gunung Jati malah menginspirasinya secara lebih jauh untuk mengkaji pemikiran Sunan dari sisi disiplin ilmu politik Islam. Satu kekurangan dari buku Kang Eman ini karena tidak menyertakan analisis tasawuf. Tapi bagi Dr. H. Asep Solahudin, hal itu bukan kekurangan, melainkan mesti menantang akademisi yang lain, untuk membuat kajian serta karya yang lebih banyak lagi tentang Sunan Gunung Jati.[]Busro