Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Antisipasi Seks Bebas, Ushuluddin UIN SGD Beri penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi
Update: Selasa, 11-APR-2017

Bandung,EKPOS.COM

 

Berangkat dari kepedulian sekaligus kekhawatiran terhadap bahaya nya pergaulan bebas dan seks bebas dikalangan mahasiswa. Para dosen Fakultas Ushuuddin, UIN Bandung mengambil inisiatif positif menggelar penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi (KESPRO) bagi mahasiswa semester II, 17-31 Maret. Kegiatan kespro dimotori para dosen perempuan yang ternyata mereka juga aktif dan konsen memberikan  kontribusinya di luar kampus melaui kerja sama PSW, WSC dan PSGA dll.

 

Kegiatan  kesehatan reproduksi  direspos positif  Dekan Ushuluddin Prof.Dr. Rosihon Anwar,M.Ag serta jajaranya. Bahkan, meski program ini tidak ada dalam RKA-K/L fakultas, karena program ini dinilai bagus dan bermanpaat bagi para mahasiswa, dosen dan lembaga. Dekan Ushuluddin menyambut baik dan mendukung penuh untuk melanjutkan kegiatan tersebut ketahap berikutnya.

 

“ Alhamdulillah program  kesehatan reproduksi bagi para mahasiswa direspon positif oleh pak dekan, beliau mengapresiasi penuh kegiatan itu, karena sarat dengan nilai positif dan mendidik para mahasiswa tentang bahayanya pergaulan bebas dan seks bebas. Begitu juga ada nilai plus ketika akreditasi, meski tidak ada di RKA-K/L, tapi, program bisa jalan” Ungkap Wakil Dekan I, H.Mulyana,Lc, M.Ag, kepada Ekpos.com,di ruang kerjanya,Senin,10/04.

 

Dikatakan Mulyana, program kesehatan reproduksi tahap ke I sudah selesai dan direspon positif civitas akademika fakultas, maka, akan dilanjutkan kepada tahapan kedua,rencananya melibatkan Dinas kesehatan dan BKKBN. Tahap kedua akan dilaksanakan pertengahan April, peserta semester VI. Bahkan, jika sukses program ini, akan direkomendasikan  kepada rektorat untuk di jadikan program kemahasiswaan universitas.

 

“ Ini program positif untuk semua mahasiswa, dan direspon bagus oleh civitas fakultas, selain menjadi program fakultas, Kespro akan diajukan program universitas, mudah-mudahan bisa masuk program UIN Bandung, kalaupun tidak masuk program universitas, program fakultas jalan terus, dan kami sangat terbuka bagi fakultas lain untuk gabung dengan ushuluddin,” Ujarnya.

 

Diakui Mulyana, program Kespro murni gagasan  dosen (perempuan) Ushuluddin yang sangat peduli terhadap masa depan anak didiknya. Sebab itu, program kesehatan reproduksi bagian dari realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.”  Kami sangat berterima kasih kepada para dosen, dengan ketulusan dan kepeduliannya,Karena sipatnya di luar RKA- fakultas, maka, tidak ada anggaran untuk kegiatan tersebut,  maka judulnya bukan pembinaan tetapi penyuluhan, intinya program kespro sebagai betuk tanggung jawab moral lembaga kepada mahasiswanya” Papar mulyana.

 

Menurut Dr.Neng Hanah  salah satu penggagas program kesehatan reproduksi mengatakan program kespro muncul ketika rapat dosen yang menyikapi pergaulan bebas dan seks bebas di kalangan mahasiswa serta hasil penelitian 2015 di Puskesmas kecamatan Cibiru yang mengungkap adanya mahasiswa yang terkena IMS (Inveksi Menular Seksual) .Dengan alasan itulah, ia berkoodinasi dengan dosen lain untuk mengajukan  kepada fakultas untuk mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada para mahasiswa.

 

“ Dulu saya sempat mengajukan program ini kepada wadek III,Engkos Kosasih, namun tidak direspon, akhirnya  saya  di PSW dengan bu Yeni berinisiatif, berkoordinasi  dengan kawan - kawan dosen  di fakultas, bu ijah, erni dan eni, bagaimana mensukseskan program ini, Alhamdulillah untuk tahap pertama program Kespro berjalan baik, di respon dan antusias mahasiswa positif ,hasilnya,  banyak mahasiswa  yang konseling  “ Ujarnya.

 

Dikatakan Hanah, sebagai antisipasi pergaulan bebas dan seks bebas di kampus, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait (dinas kesehatan-BKKN) akan terus memberikan pemahaman dan pencerahan kepada para mahasiswa tentang pentingnya kesehatan reproduksi, agar mereka bisa membekali diri dengan ilmu sebelum memasuki jengjang pernikahan.

 

Diuraikan, Materi yang diberikan tentang pendidikan pra nikah dan kesehatan reproduksi.” Mahasiswa harus mengenal tubuhnya, bagaimana menjaga dan memeliharanya, karena setiap tindakan seksual pasti ada konsekwensinya, baik fisik maupun non fisik, jadi, mahasiswa harus di beri pemahaman tentang perlunya pendidikan pra nikah dan kesehatan reproduksi,” ujarnya.

 

Ditegaskan, para dosen sebagai orang tua, mahasiswa sebagai anak dan fakultas sebagai rumah, sejatinya para mahasiswa di bekali dengan ilmu, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral bagi masa depan mereka. (harry gibrant)