Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Tingkatkan Pembinaan Bahasa Asing
Update: Rabu, 13-APR-2016

Dalam rangka mewujudkan Visi Fakultas Ushuluddin yakni Menjadi pusat studi dan informasi ke-ushuluddinan yang unggul dan kompetitif di ASEAN tahun 2025, perlu dilakukan peningkatan intensitas pembinaan kepada mahasiswa berupa program-program yang mengarah kepada peningkatan  kemampuan bahasa asing yakni Bahasa Inggris - Arab dan program pembentukan akhlaqul karimah yaitu program Pergaulan sehat yakni program bagaimana menanamkan nilai nilai Islami dalam pergaulan mahasiswa .

 

Mahasiswa perlu diberi pelatihan-pelatihan bahasa asing, agar mereka ketika keluar bisa bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya, baik ketika akan melanjutkan kepada jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun ketika masuk dunia kerja.

Kebutuhan mengusai bahasa asing mutlak dan penting bagi para mahasiswa utuk lebih bisa berperan dalam dunia yang lebih riil yakni ketika ia terjun ke masyarakat. Era globalisasi tak bisa terbantahkan, tuntutan dan tantangan untuk disikapi oleh lembaga pendidikan agar punya daya saing, Salah satu nya bisa menguasai bahasa asing. Apalagi Indonesia memasuki MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) diperlukan kualifikasi dan kompetensi yang bisa menjawab segala kebutuhan pasar.

 

MEA memberi ruang kepada siapapun untuk bersaing di berbagi aspek kehidupan, dan dampaknya sangat luar biasa bagi dunia pendidikan. Perguruan tinggi dalam hal ini dituntut melakukan upaya upaya strategis dan antisipatif salah satunya menyiapkan lulusannya menguasai bahasa asing tadi. Bagaimana bisa kita bersaing dan berkomunikasi dengan dunia internasional sementara kita tak bisa menguasai bahasa mereka.

 

Penulis : Dr. H. Engkos Kosasih, Lc., M.Ag (Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung)