Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Ibrahim Abdul Jabbar: Wakil UIN di Olimpiade Tahfidz Internasional
Update: Rabu, 13-APR-2016

Ibrahim Abdul Jabbar atau biasa dipanggil Boim tidak menyangka keputusannya untuk kuliah mengambil Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir membuatnya mampu berkompetisi di ajang Internasional. Boim merupakan perwakilan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati di Olimpiade Tahfidz Quran, Kairo, Mesir pada tanggal 10-24 April 2016. Memang lika-liku Boim yang bercita-cita kuliah di Mekkah/Madinah setelah lulus tidak seperti siswa pada umumnya, mungkin orang-orang akan menganggap tidak biasa. Bagaimana tidak? Tawaran beasiswa setelah lulus ditolak Boim, mulai dari PT Negeri ataupun PT Swasta demi mengabdi sebagai pengajar dan cita-cita kuliah di Mekkah/Madinah. Boim juga sempat galau, melihat teman seangkatannya sudah kuliah, akhirnya sambil mengabdi Boim memutuskan untuk kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Ushuluddin Jurusan Quran Tafsir. Boim memilih jurusan ini tiada lain dan bukan, hanya karena ingin memantapkan ilmu agama.

Pada tahun awal Boim kuliah di Fakultas Ushuluddin dia sempat mengikuti Olimpiade tingkat uiniversitas pada bulan Maret 2016 dan berhasil mendapatkan juara satu. Ketika ada seleksi Olimpiade tingkat International di Mesir, ternyata pihak kampus tidak mengadakan seleksi lagi namun langsung mengambil peringkat pertama pada seleksi sebelumnya. Ini yang membuat Boim kaget, antara rasa senang dan rasa tidak percaya, tapi dia langsung mengucapkan syukur Alhamdulillah. Boim kadang merasa belum memberikan yang terbaik selama 9 tahun ini dengan hafalan Qurannya. Tapi ini adalah momen yang membahagiakan yang harus kemudian dijawab dengan kesungguhan yang luar biasa.

Boim memberikan beberapa tips supaya kita bisa sukses dimana pu kita berada, Pertama, dimana pun kita berada kita harus bisa bermanfaat. Tidak peduli pada lembaga besar atau lembaga kecil, kita harus memberikan yang terbaik yang kita bisa. Kedua, kita harus tahu posisi, mau bekerja keras, dan luang waktu dengan Al Quran.[]busro