Pojok Dekan

Memagari Pendakwah

Setelah isu sertifikasi ulama reda, kini muncul rencana penyusunan pedoman ceramah di tempat ibadah oleh Kementerian Agama RI. Sebagaimana dijelaskan menteri agama, ada empat hal yang melatarbelakangi rencana ini. Keempat hal tersebut...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

HOLILLUL ROSID, PENDIRI YAYASAN AL-MUHTARI CIMANDE BOGOR
Update: Selasa, 21-MAR-2017

Nama lengkapnya Holilllul Rosid, S.Thi.I.,M.MPd. Alumni Jurusan Tafsir Hadist Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2002. Holil panggilan akrabnya kini menjadi salah satu alumni yang sukses di bidang pendidikan. Bermodalkan keinginan yang kuat mendirikan sebuah lembaga pendidikan, Holil berhasil mewujudkannya di tahun 2010.

Holil menjadi perintis, pendiri, dan sekaligus Kepala Sekolah SMK Al-Muhtari Cimande dan MTs Al-Muhtari Cimande di bawah Yayasan Al-Muhtari Cimande yang ia dirikan sendiri. SMK dan MTs yang ia dirikan memakai konsep pesantren modern dan khusus untuk SMK ia fokuskan di bidang kesehatan.

Keinginan untuk membangun lembaga pendidikan atau pondok pesantren merupakan cita-citanya sejak duduk di Aliyah. Lelaki kelahiran Bogor, 31 Juli 1977 itu sudah lama memimpikan untuk memiliki lembaga pendidikan sendiri. Demi mewujudkan cita-citanya, Holil memutuskan mengambil kuliah di Jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 1998.

“Untuk mewujudkan cita-cita itu, saya memutuskan untuk kuliah di jurusan Tafsir Hadits,” tegasnya saat diwawancarai Tim Website Fakultas Ushuluddin (21/03).

Selama kuliah, Holil aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Belajar bersungguh-sungguh, mencari relasi dan pertemanan adalah kebiasaannya saat kuliah. Ia pun bercerita bahwa pencapaiannya sekarang tidak terlepas dari proses yang dialami saat menjadi mahasiswa. Bagaimana ia belajar prihatin, bersungguh-sungguh, sabar dan ulet. Bahkan, demi menyambung hidup, Holil menyempatkan waktu untuk menjadi pengajar privat Al-Qur’an.

“Semua berawal dari rasa prihatin, sabar, sungguh-sungguh, dan ulet. Bahkan demi menyambung hdiup saya harus membagi waktu untuk jadi pengajar privat,” tegasnya.

Setelah lulus kuliah, perlahan Holil mulai merintis mewujudkan cita-cita itu. Suka duka ia jalani tanpa dukungan orang-orang terdekatnya. Bahkan anggota keluarga pun menolak untuk mendukung cita-citanya . Namun, Ayahnya lah yang mendukung dan menguatkan Holil untuk tetap tegar mewujudkan apa yang diinginkannya.

“Saat keluarga yang lain tidak mendukung saya, Ayahlah yang tetap mendukung saya mewujudkan semua ini,” ungkapnya haru.

Bermodalkan niat dan tekad yang kuat, ditambah dana sebesar 30 juta, Holil mulai membulatkan tekadnya. Di daerah Cimande, Bogor, ia tanamkan cita-citanya disana. Tahun pertama di tahun 2010 ia sudah memiliki tanah 100 meter persegi dan mulai membangun sebuah Yayasan bernama Al-Muhtari Cimande. Menginjak tahun ketiga, Holil mulai membeli tanah seluas 400 meter seharga 250 juta di dekat bangunan sekolah yang telah di bangun. Uang sebanyak itu ia dapatkan dari uang sekolah, sebagian uang yayasan, dan sebagian lagi minta tolong ke bank. Barulah di tahun keempat mulai berdatangan donatur yang membantu pembangunan.

“Hanya 30 juta dan tanah 100 meter, saya mulai membangun Yayasan Al-Muhtari Cimande. Semuanya saya lakukan sendiri, dengan keringat dan air mata sebagai saksinya. Namun, di tahun selanjutnya Allah mudahkan segala prosesnya, Alhamdulillah,” tegasnya.

Kini, Yayasan Al-Muhtari Cimande memiliki SMK yang sudah meluluskan empat angkatan. Jumlah siswa di SMK Al-Muhtari Cimande kini mencapai 387 siswa. Sementara untuk MTs berjumlah 73 siswa sejak didirikannya MTs Al-Muhtari dua tahun yang lalu.

Holil pun berpesan kepada Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, khususnya mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir untuk tidak takut menghadapi kehidupan. Ia pun mengajak agar mahasiswa senantiasa menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pegangan menghadapi kehidupan. 

“Pegang erat Al-Qur’an dan Hadits. Jangan takut menghadapi kehidupan,” ujarnya.

Lalu yang terpenting menurutnya, bertemanlah dengan orang berilmu. Cari teman sebanyak-banyaknya dan jadilah profesional di bidang yang dijalani.

“Bertemanlah dengan orang yang berilmu, dan cari teman sebanyak-banyaknya. Karena melalui pertemanan, kita akan menemukan banyak peluang, “pungkasnya. (Agus_Eto)