Pojok Dekan

Nuzulul Quran dan Problem Bangsa

Tanggal 17 Ramadhan biasanya dijadikan momentum oleh umat Islam untuk memperingati turunnya Alquran (Nuzulul Quran). Peringatan itu biasanya diselenggarakan dengan berbagai jenis kegiatan, mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ),...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

Ilim Abdul Halim; Iman Sebagai Modal Dialog dengan...

Majalaya, sebuah kawasan dari Kabupaten Bandung yang dikatakan sebagai kota Dolar pada tahun 1960-an, tumbuh dengan ekonomi yang luar biasa karena pertumbuhan pabrik-pabrik tenun di  sana. Kain sarung yang menjadi penanda kehidupan...

Arsip

Analisis Historiografi Tambo Minangkabau
Update: Senin, 18-MEI-2015

Tambo Minangkabau karya Ahmad Dt. Batuah dan A. Dt. Madjoindo adalah suatu karya sastra yang menceritakan sejarah (asal-usul) suku bangsa, asal-usul negeri serta adat-istiadatnya, yaitu Minangkabau. Karya sastra sejarah ini dapat disebut historiografi tradisional, yaitu: penulisan sejarah suatu negeri berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat secara turun-temurun yang mencakup unsur sastra, mitologi, dan sejarah.

Tambo Minangkabau tergolong kelompok karya sastra yang penting dan jumlahnya banyak,  baik dalam karya sastra Indonesia lama (Melayu) maupun dalam karya sastra Nusantara (daerah). Dalam sastra Melayu banyak dijumpai karya sastra sejarah seperti ini, misalnya, Sejarah Melayu, Hikayat Aceh, Hikayat Banjar, Silsilah Kutai, atau Tuhfat an-Nafis. Tambo Minangkabau sendiri ditulis dalam bahasa Melayu berbentuk prosa.[]

  1. Analisis Historiografi Tambo Minangkabau.pdf - unduh