Pojok Dekan

Dies Natalis UIN Bandung

Tanggal 8 April 2016 adalah hari Dies Natalis Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung. Di usianya yang relatif dewasa ini, UIN dapat dikatakan sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang cukup senior. Oleh...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Tingkatkan Pembinaan Bahasa Asing

Dalam rangka mewujudkan Visi Fakultas Ushuluddin yakni Menjadi pusat studi dan informasi ke-ushuluddinan yang unggul dan kompetitif di ASEAN tahun 2025, perlu dilakukan peningkatan intensitas pembinaan kepada mahasiswa berupa...

Arsip
Aktivitas Dosen

DARI KENESTAAPAAN HIDUP, KINI MENJADI DOSEN

Dodo Widarda yang akrab dipanggil Widodo ini, lahir di sebuah desa nan eksotik di Cipancar-Sumedang, pada tanggal 9 Oktober 1970. Ayahandanya bernama Ahdiyat –seorang veteran pejuang kemerdekaaan RI, serta ibunya bernama Ummu...

Arsip

Analisis Historiografi Tambo Minangkabau
Update: Senin, 18-MEI-2015

Tambo Minangkabau karya Ahmad Dt. Batuah dan A. Dt. Madjoindo adalah suatu karya sastra yang menceritakan sejarah (asal-usul) suku bangsa, asal-usul negeri serta adat-istiadatnya, yaitu Minangkabau. Karya sastra sejarah ini dapat disebut historiografi tradisional, yaitu: penulisan sejarah suatu negeri berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat secara turun-temurun yang mencakup unsur sastra, mitologi, dan sejarah.

Tambo Minangkabau tergolong kelompok karya sastra yang penting dan jumlahnya banyak,  baik dalam karya sastra Indonesia lama (Melayu) maupun dalam karya sastra Nusantara (daerah). Dalam sastra Melayu banyak dijumpai karya sastra sejarah seperti ini, misalnya, Sejarah Melayu, Hikayat Aceh, Hikayat Banjar, Silsilah Kutai, atau Tuhfat an-Nafis. Tambo Minangkabau sendiri ditulis dalam bahasa Melayu berbentuk prosa.[]

  1. Analisis Historiografi Tambo Minangkabau.pdf - unduh